Rabu, 05 Desember 2018

Desember 2018

Sudah di penghujung tahun, Desember 2018.
Lama tidak menulis dan sekarang mendadak punya waktu dan ingin menulis.

3 bulan terakhir ini sibuk mempersiapkan natal. 
Di awal-awal masih bersemanagat membuat skrip drama, lalu pilih pemain
Namun, ketika memasuki masa latihan, aku mulai frustasi. Semua orang selalu punya alasan untuk tidak bisa latihan. Komitmen pun mulai turun, bahkan panitia utama juga selalu ada alasan untuk tidak menyelesaikan tugas. Berakhir dengan kerja sendiri. Sebenarnya aku lebih suka bekerja sendiri, karena semua hal dibawah kendali saya. Karena event natal ini sangat besar, aku tidak bia mengerjakan sendiri dan stress sendiri.

Stress kerja tambah stress pelayanan membuat aku semakin ga karu-karuan. Setiap hal yang iritate, membuat aku marah dan kesal. Korbannya pasti orang terdekat. Sampai aku curhat dan nangis ke mentorku. Aku sebenarnya paling tidak suka curhat, tapi karena beban sudah terlalu menumpuk dan aku tidak tahan lagi. Tapi yang namanya cowo memang paling ga bisa dijadiin tempat curhat, malah dikasih banyak ceramah. Akhirnya acara KEF yang menjadi tempat aku menemukan jawaban pergumulanku.

Sekarang ini ku lebih ringan menjalani pekerjaanku. Aku tidak mau mengambil pusing lagi semua hal yang memang di luar kendaliku. Aku memilih mengerjakan bagianku dengan maksimal dan perlahan-lahan, satu per satu pekerjaan terselesaikan dengan baik. Meski banyak hal yang di luar harapan, aku tutup mata dan tidak mau memusingkan. Jika memang itu yang Tuhan kehendaki, then be it.

Setiap hal yang menyebalkan, aku tidak mau pedulikan lagi. Jika memang tidak mau diajarkan  dn diberitahu, ya sudah. Aku tidak mau mengurusi. Aku kerjakan bagianku, keputusan dan resiko serta akibatnya adalah bagiannya. Aku belajar bahwa tidak semua hal bisa saya kendalikan dan tidak semua orang ada pada level pemikiran yang sama, maka tidak bisa dipaksakan dan tidak perlu dimasukkan ke hati.


Baru-baru ini, aku baru saja ikut rapat kerja.
Setelah selesai rapat kerja itu, aku mulai terpikir untuk berhenti dari jabatanku dan mulai mengerjakan sesuatu tanpa terikat struktur. Aku tidak leluasa dan merasa tidak maksimal mengerjakan visiku. Ada di dalam satu komunitas membuat kamu "gatal" untuk ikut terlibat dalam hal lain yang sebenarnya bukan bagianmu. Jika aku ada di luar struktur, lebih mudah buatku memberikan kritik dan saran tanpa dianggp ikut campur padahal divisi sendiri juga masih berantakan.

Aku semakin menyadari kalau aku tidak bisa terikat.. selalu ingin bebas.
Semoga ini tidak berlaku di pernikahanku.. amit-amit.




Jumat, 21 September 2018

Liburan Agustus 2018

Lupakan sejenak kesibukan kerja, atasan yang rumit, pelayanan yang makin kompleks, urusan rumah yang bikin lelah... mari bahas liburan.

15 - 25 Agustus 2018.
10 hari yang menyenangkan. Hari pertama liburan bersama teman lama, hari berikutnya seminar, hari berikutnya libur panjang.

Day 1: 15 Agustus - Solo
Pertama sampai di Solo, ternyata panas terik.
Karena tidak sewa mobil, jadi kita pakai taxi menuju hotel.
Perjalanan ke hotel lumayan agak jauh karena sudah tidak di kota Solo. Karena sampainya sudah siang, jadi lapar banget dan pikirannya cuma mau cari makan saja.
Lalu mulailah merayu driver taxi untuk mau mengantar kami keliling Solo.
Ternyata sistem taxi di sana masih belum teratus sehingga taxi bandara ga masalah kalau berlalu lalang di kota. Jadi lah si mas taxi yang jadi tour guide 2 wanita yang awam Solo keliling.
Mulai dari makan makanan khas Solo (Selat Solo), Es Dawet, Mangkunegaraan, Kasunanan, Pasar Gedhe Makan Sate Buntel dan Tengkleng. Sehari ada kali ya makan sampai 5 kali (EXCLUDE makan malam). Mas taxi aja bingung liat 2 cewe makan mulu. Terakhir ke Kampung Batik Laweyan sebelum dibalikin ke Hotel.
Malamnya kami pesan Grab menuju ke mall dan baru menyadari Hotel kedua kami tepat di depan mall. OMG.. udah membayangkan kalau nanti pas nginap di hotel ini akan kelayapan ke mall terus. Hahhahahaha.

Day 2 - 5:  16-19 Agustus - Tawangmangu, Karanganyar.
Sebenarnya jalan-jalan ini dimilai karena ada acara KEF di Tawangmangu. Karena sudah pergi, sekalian aja panjangin karena ada libur di hari kejepit dan orang special dari Singapore datang. JAdi sekalian aja, kami liburan sama-sama.
Jadi hari kedua sampai kelima adalah hari yang sangat menguras energi sekaligus refill spirit yang baru. Seminar ini benar-benar membuka me-refresh semua kelelahan emosional selama ini. Belajar banyak hal dari fakulti dan juga teman-teman murid dari berbagai kota dan negara. Kalau dibandingkan dengan pergumulanku, perjuangan iman mereka lebih dahsyat. Ada yang sampai kehilangan pekerjaan, ada yang uangnya pas-pasan banget, Ada yang samapi sakit juga dibela-belain datang. Benar-benar diberkati dengan setiap sesi yang diberikan. Habis energiku untuk menangis karena pemulihan dan peneguhan yang diberikan. Sesi I: Miracle of Me. Sesi II: The Birth of Miracle. Sesi III: Creativity. Sesi IV: Don't Eat Your Lunch.

Day 5: 19 Agustus - Solo
Setengah hari di Seminar, sisanya dihabiskan di Solo. Pulang dari seminar dijemput sama orang Singapore di daerah Manahan, Solo. So happy dan lanjut jalan-jalan melewati rumah bapak Presiden Jokowi, sunset di Tjolomadoe, makan di nasi liwet Wongso Lemu yang terkenal itu (mahal), jajan di HIK pak Basuki yang jadi langganan pak Jokowi (mahal juga). Lalu pulang ko Hotel yang awalnya pikir masih mau main-main di mall ternyata terkpar dan cuma tiduran aja di hotel sambil memandangi mall dari jendela. hahahhaah. Padahal di seberang hotel ada pasar malam, ada tempat makan yang bagus, tapi sudah terlalu lelah untuk keluar kamar lagi.

Hari 6: 20 Agustus Solo menuju Surabaya
Pagi-pagi langsung packing dan beres2 supaya tidak bolak balik hotel. Perjalanan pertama menuju, Pasar Gedhe untuk sarapan, lalu ke Pasar Klewer belanja Batik.. jalan menuju Kampung Batik Kauman. Terus belanja oleh-oleh di Orion. Makan Bakso yang katanya enak  tapi jauh dan masuk ke gang.. jauh dari jalanan tapi luar biasa sampai ada yang tahu. Drop teman ke Bandara. Sisanya kami jalan-jalan keliling Solo lagi sebelum sorenya ke Stasiun Solo Balapan untuk menuju Surabaya.

Sampai di Surabaya jam 8 malam, dan dijemput teman lamaku. Sudah hampir 3 tahun lebih kami ga ketemu. Dari SD kami selalu main berama. Karena dia, aku belajar Bahasa Inggris sampai bisa jadi guru. Setiap kali pulang kursus selalu mampir ke rumahnya untuk main dulu. Kalau hari libur bias asuka main atau nginap di rumahnya.
Kali in, aku "dipaksa" menginap di rumahnya dan selama 2 hari di Surabaya dilayani dengan sangat baik banget. Dijemput di stasiun, diajak makan, jalan-jalan keliling Surabaya. Best Hospitality ever.
Suaminya sampai bilang kalau aku tamu special karena biasa temanku ini paling tidak mau nganter jemput bahkan suaminya sendiri aja disuruh jalan sendiri. Tapi khusus kedatanganku, temanku ini sampai pasang aplikasi GPS suapaya bisa mengajak kami jalan-jalan.

Hari 7: 21 Agustus - Surabaya
Pagi-pagi, setelah mengantar anak-anaknya sekolah, kami berangkat ke Bu Rudy (icon Surabaya).. segala makanan Surabaya ada di sini. lengkap dan enak-enak semua. Kalau tidak menahan diri dan ingat bahwa perjalanan masih panjang dan tidak mau membawa barang banyak-banyak, bisa belanja ga karu-karuan. Setelah Sarapan, kami pergi ke House of Sampoerna dan ikut bus tur wisata Surabaya. Aku suka tempat ini karena bau tembakau dan cengkeh, melihat karyawan yang membungkus rokok dengan cekatan. Setelah itu diajak makan masakan Madura. Kemudian jemput anak-anaknya dari sekolah dan kebetulan sekolahan tepat di sebelah gereja yang heboh kena bom. Pas di sekolah sedang ada bazaar jadi sambil menunggu, kami jajan dulu.
Kalau siang, Surabaya itu super duper panas pakai banget, dan hebatnya kami diajak ke Kenjeran, darah pantai yang puanas. Tapi disini ada patung Budha dan Dewi Kwan Im yang terkenal. Setelah puas foto-foto. kami duduk saja di pondokan pinggir pantai sambil minum es kelapa dan makan  Lontong Kupang (Ini amis dan ga sanggup aku makan karena geli liatnya).
Malam hari nya, kami diajak ke Food Fest (makan bebek, tahu telor, kupat tahu, tahu petis) terus jalan-jalan keliling karena ada acara di sekitar Food Fest.
Kata temanku, aku cukup beruntung karena pas aku datang lagi ada banyak acara yang biasanya jarang-jarang ada. Puji Tuhan, liburanku menyenangkan.

Day 8: 22 Agustus - Surabaya ke Bali.
Pagi setelah mengantar anaknya kursus, kami langsung meluncur mencari makanan. Tapi juga sudah disediakan snack (kayaknya temanku ke pasar dulu). Karena libur Idul Adha, jadi jalanan sepi dan banyak yang tutup. Kami diajak ke restoran temannya yang semua makanan ada dan bukanya pagi2. Makanan yang dipesan banyak. Tahu ini, Rawon, Pecel, Cingur, Risol, dan entah makanan yang aku ga tau namanya. Pokoknya semua disuruh coba.
Setelah makan, kami ke toko souvenir buat beli oleh-oleh. Lalu, diajak keliling melihat bagian kota Surabaya yang belum kami lewati kemarin. OMG, temanku ini emang luar biasa. Pokoknya 2 hari di Surabaya, aku tahu hampir semua tempat. Setelah itu, diajak makan lagi semur lidah dan pecel dan minum jamu (yaks.. aku ga suka bau jamu). Ya ampun.. sampai kenyang banget. Baru setelah itu kami diantar ke Bandara.
Sedikit kurang beruntung karena pesawat kami delay 1 jam.. jadi kami menunggu agak bosan karena datangnya juga cukup awal karena takut macet. Jadilah aku dan manusia Singapore makan snack yang dikasih temenku pagi2. Lumpia (ga sanggup aku makan karena baunya yang bikin pusing), risol dan kroket.

Sampai di Bali pas pukul 6 sore.. dari Hotel ada bus ke Pantai Kuta tapi ga keburu melihat sunset.
Kali ini karena lapar, jadilah kami makan apa saja yang ketemu dan alhasil kurang puas. Lalu jalan ke hotel dan tanpa sengaja ketemu warung yang ramai banget (ngak tahu kalau warung Babi Guling Bu Dayu itu terkenal banget) jadi beli 1 bungkus untuk dibawa ke hotel. Sampai hotel baru menyesal cuma beli 1 bungkus karena enaknya pakai banget.
Sebelum masuk hotel, masih juga mampir di depan hotel ada Street Food. beli martabak kekinian. hahahahahah...Totalitas ga mau rugi.

Day 9: 23 Agustus - Ubud
Hotel kali ini cukup unik. Secara keseluruhan sih lumayan. Makanan sarapannya ok tapi kamarnya ga ada jendela sama sekali. Lantai juga harus dipel sendiri lagi karena lengket banget. Perjalanan dimulai jam 9 pagi setelah srapan puas di hotel. Mobil sudah siap mengajak jalan-jalan dan Mas Driver juga ramah banget. Yang luar biasa adalah pagi sebelum sarapan sempat terasa gempa dan seharian cuaca juga terang benderang padahal eberapa hari sebelumnya hujan terus menerus. Mas Driver saja bilang bahwa perjalanan kami cukup beruntung karena tamu sebelumnya tidak bisa kemana-mana karena hujan terus-menerus. Kali ini memulai perjalanan ke Pasar Sukowati (belanja baju dan anting-selalu suka beli anting padahal jarang pakai juga), Tampak Siring, makan bebek Joni di pinggir sawah, Monkey Forest, Makan babi guling di ibu Oka si MAs Driver sampai bingung karena kebanyakan babi guling di Bali), Sunset di Sanur, Makan Sate Babi bawah Pohon (kali ini ajak Mas Driver dan makannya lahap). Semua makanan di Bali kebanyakan pedas. Lalu pulang ke hotel dan makan ice cream. Plus sempat bungkus satenya juga untuk makan di hotel. Selalu membawa makanan ke hotel karena serangan lapar malam-malam. hahahhaha

Day 10: 24 Agustus - Denpasar
Setelah sarapan, perjalanan kembali dimulai dengan belanja souvenir, Beli baju untuk dibuatkan batik langsung sama pengrajin (Batik Bali - belajar gambar dari ibu pengrajinnya..dan lilinnya super panas). Belanja oleh-oleh Bali yang lumayan banyak karena si orang Singapore mau bawa pulang. Mulai dari baju, topi, segala jenis dan rasa kacang - kalau yang ini sih karena kita juga doyan, body butter, pie susu, .. semua juga dibeli). Lalu makan siang di warung pak Malen yang terkenal. Ke Pantai Nusa Dua, GWK, Pantai Pandawa, Pantai Dreamland, Pantai apa lagi... lupa.. pokoknya acaranya pantai semua. Sampai akhirnya Sunset dan makan malam di Jimbaran. Baru dianterin Mas Driver ke Bandara dan kembali ke Jakarta.

Tanggal 25 - Jakarta.
Tidur sampai siang, makan siang, belanja buat kepeluan sebelum pulang Singapore, Gym (karena banyak makan jadi harus olahraga). dan liburan pun berakhir

Minggu sudah kembali seperti semula.
Hari pertama langsung ditugaskan sharing ke anak-anak Teens.

Selama liburan, perut tidak pernah dalam kondisi kosong.. kenyang selalu, bahkan seringnya kekenyangan sampai ga pengen makan lagi. Lapar cuma pas baru sampai aja. Baru sampai Solo, baru sampai Surabaya, baru sampai Bali.

I love my holiday. Surely akan balik ke Solo dan Bali lagi




Senin, 03 September 2018

September 2018

Agustus berlalu begitu saja tanpa menulis.
Terlalu sibuk dan lelah. Too much yang terjadi di Agustus.

Mari kilas balik sedikit di Agustus.
Awal bulan masih berjalan normal bahkan cenderung excited karena akan segera liburan.
Lalu datanglah masa pengerjaan budget.
Dan dimulai-lah kesebelan saya dibangkitkan dan ujian pun dimulai.
Tahun lalu mengerjakan budget masih baik-baik saja dan menyenangkan meski ribet tapi puas ketika berhasil mengerjakannya dan proses pengerjaan pun tidak lebih dari 2 minggu karena ada yang jadi bagianku dan ada yang jadi bagian atasanku.

Tapi Tahun ini, rasanya berbeda sekali. Atasan baru yang benar-benar rumit.
Ujianku dimulai saat aku menyampaikan hasil meeting budget (katanya meeting tapi isinya minim pengetahuan dan informasi..Aku ga suka meeting ini, buang waktuku saja), dan si bapak keras kepala dan selalu menggunakan maunya sendiri. Ok. Aku belajar sabar dan ikutin saja, sampai pada titik mengganti budget sampai 10 kali dan tidak ada kejelasan dan plan yang firm. Kesal pun mulai muncul karena punya atasan yang tidak bisa mempertahankan idenya sendiri dan setiap kali ada masukan dari orang lain langsung iya diterima tanpa disaring dan menyusahkan orang lain yang mengganti isi yang sudah dikerjakan sebelumnya.

Belum pernah aku mau pergi liburan setidak tenang ini karena kerjaan yang belum selesai dan ga yakin si bapak bisa menjelaskan karena kerjanya cuma bisa meminta ini dan itu saja tanpa benar-benar mengerti apa yang dia minta.
Sebelum liburan, aku berusaha semua sudah dijelaskan dengan baik dan iya mengerti bahkan sudah dikasih contekan kalau ditanya dan sudah diajarkan juga kepada sekretarisnya, tapi tetap saja tidak berakhir.
OMG.. aku mulai tidak sabar menghadapinya.
Dari sebelum liburan sampai pulang liburan pun masih berkutik di budget yang sangat menyebalkan sekali. Sampai benar-benar memuncak kesabaranku mengurusi budget.
Seumur-umur tidak pernah aku membayangkan harus menghapalkan ayat tentang taat kepada atasan supaya aku bisa mengurangi rasa kesal/marah. Buang energi dan bikin dosa paling ga mutu yang pernah dilakukan olehku.

Baru 3 bulan dengan atasan baru sudah berkali-kali muncul pikiran untuk resign  karena tidak tahan.
Ujianku kali ini benar-benar di ambang batasku.
Kalau bukan karena dalam kelas pemuridan, mungkin aku sudah hancur dan kalah.
Aku bertanya berkali-kali, berdoa terus-menerus untuk ujianku.
Aku paling tidak tahan dengan orang yang ga pintar dan ga mau diajar dan Tuhan perhadapkan aku terus-menerus dengan orang-orang seperti ini. Aku ga boleh "kabur" lagi, kalau aku mau lulus dan naik kelas. Dari bawahan, rekan kerja sampai atasan... dikelilingi sama "jenis" manusia yang begini.
Menulis ini aja membuat aku merinding membayangkan diriku dalam lingkungan yang begitu menguji iman.
Tapi mentorku selalu bilang kalau sudah jadi leader, challenge-nya pasti lebih besar lagi. Kalau sedang dipersiapkan Tuhan untuk naik level, pasti ujiannya akan makin sulit. Kalau mau melahirkan keajaiban besar, hamilnya pasti berat. Kalimat-kalimat ini yang membuatku terus bertahan. Entah berapa kali aku menangisi kondisiku ini. Lelah dan rasanya udah ga sanggup, tetapi bersyukur punya orang-orang terbaik yang Tuhan taruh di hidupku untuk menguatkanku.

Ujian pun ga berhenti sampai di pekerjaan saja.
Di keluargaku juga.. banyak hal yang harus disesuaikan lagi.
Aku harus belajar mengerti dan bukan minta dimengerti dengan segala yang aku alami.
Di pelayanan.. semakin besar tuntutannya dan yang terjadi bikin aku semakin frustasi. Rasanya beban yang kubawa berat banget dan sudah campur aduk dengan pekerjaan dan urusan rumah sampai yang ada, aku terus menerus marah dengan orang-orang yang aku harapkan sudah bisa bekerja lebih baik, tapi nyatanya sama "bodohnya". Sampai aku rasanya mau mundur saja. Semakin aku ada didalam, semakin banyak aku menyakiti orang-orang. Kesabaranku rasanya ga cukup, terus-menerus di-strech sampai aku kesakitan sendiri. Semakin aku kesal/marah, semakin aku sedih.
Aku butuh menarik diriku sesaat untuk melihat apa yang Tuhan mau dalam hidupku saat ini dan berhenti saat dengan "kesibukan dan kemampuan dan pemikiranku sendiri".



Senin, 18 Juni 2018

Juli 2018

Sudah bulan Juli....
Terlalu sibuk sampai tidak ingat untuk menulis.
Aku suka menulis untuk remind apa saja yang sudah aku lalui dalam hidup aku dan jadi bahan evaluasiku untuk instrospeksi diri.

Ok. April dan Mei adalah periode aku sibuk mempersiapkan Camp untuk anak-anak gereja. Dengan tim yang hanya 8 orang tapi aku bersyukur semua bisa berjalan. Ini benar-benar jadi pengalaman aku berjalan dalam Tuhan. Dengan dana yang tidak masuk akal dan tanpa koordinator KPA yang akan membimbing dan "memproteksi", kami bisa lalui ini semua dan berjalan dengan cukup baik.

Awal pencarian dana.. hanya Tuhan yang tahu pergumulanku. Aku sudah siap kalau sebulan gajiku aku korbankan buat acara ini tapi Tuhan terlalu baik.. di hari pertama cari dana, langsung ada donatur yang langsung mentransfer dana yang diperlukan. Lanjut ke pembicara, sudah sangat bingung karena target acara yang mau dituju cukup challengging dan aku ga mau salah pilih pembicara, dan puji Tuhan, disediakan tepat waktunya meski tampaknya mepet tapi aku tahu Tuhanku luar biasa. Selama masa persiapan yang hampir sebagian besar dikerjakan oleh aku dan partnerku saja. Berdua kami berusaha memberikan yang terbaik supaya panitia lain masih tetap bisa menikmati acara dan tidak terbeban. Aku juga bersyukur untuk setiap fasilitator yang dengan luar biasa mau memberikan diri untuk membantu. Setiap acara ini adalah anugerah karena semua direncanakan hanya dalam waktu 2 bulan. Bersyukur juga dengan sahabat sejatiku dalam pelayanan yang sangat memberikan kekuatan dan dukungan yang luar biasa. Tata is the best. Sambil menyusui pun ia jalani mondar mandir dari hotel ke villa. Aku tahu perjuangannya tidak mudah, tapi sangat luar biasa membantu. Untuk Dian yang dengan segala kelebihan dan kekurangan, juga memberikan yang terbaik. So helpful. Satu moment paling wow adalah aku nyetir sendiri sampai ke villa yang awalnya ku sudah sangat ragu apakah aku bisa. Aku sangat takut kalau harus bawa mobilku yang  unyu2 itu ke luar kota terutama harus menanjak sampai ke puncak. But, at the end of the day, I can't say more than Thank God. Semua karena anugerah Tuhan saja.

Pikirku, after camp Amazing Love ini, maka perjalanan puncaknya sudah selesai. Baru mau nafas untuk prepare liburanku, sudah kembali dipilijh jadi koordinator acara natal tanpa pakai ijin dan tanya dulu padaku. God is too good to me. Aku ga mungkin tolak kepercayaan ini, meski aku tahu akan sangat luar biasa challenge kali ini, tapi God is number one and He will work through me. Pikirkan liburan kemudian aja, fokus mulai tertuju pelayanan natal. Christmas Concert: The greatest Love for Indonesia...... is on the way.

Tapi tetap sambil prepare Natal, aku tetap prepare liburan. Hahahahhaha.
Rasanya ada yang beda aja kalau ga kemana mana. Tapi kali ini dalam negeri aja karena sudah banyak pengeluaran buat beli rumah. Hahahhahahaha.. mau irit tapi tetap selalu aja ada budget buat liburan. Minimal sekali lah dalam setahun kemana gitu selain di Jakarta dan sekitar doang.

Next month will be about Solo and Surabaya and Bali. Sambil belajar sambil juga liburan.. sekalian.



April 2018

Kali ini sedang prepare program dadakan yaitu seminar LDSR (Love Dating Sex Relationship) karena melihat anak jaman now yang semakin mudah terjebak rayuan kenikmatan dunia, dan yang paling sering adalah dosa sex. Dosa sex mulai dari yang paling sederhana: pornografi, masturbasi, sex before marriage and yang mulai berani tampil ke publik, LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender).

Dari Perilaku sex yang normal sampai perilaku sexual yang menyimpang, semua terpampang di depan mata dan media sosial yang semakin mudah terakses lewat internet membuat eksposisinya semakin luas dan marak. Sex yang seharusnya dinikmati saat menikah pun menjadi sesuatu yang tidak menjadi sakral lagi. Tidak ada rasa takut ketika melakukan dan kemudian menyesal ketika merasakan akibat perbuatannya. Hal ini bukan berarti tidak terjadi di kalangan anak-anak gereja. Rajin ke gereja atau bahkan ikut kelas pemuridan tidak melepaskan kita dari jerat untuk melakukan dosa sex. Jika iman tidak cukup kuat pasti akan jatuh. Jika hati nurani diabaikan karena lebih mengejar kepuasan jiwa, maka akan dengan mudah jatuh dalam dosa.

Saat persiapan, panitia yang terlibat tidak jaminan sudah mengerti tentang LDSR, maka selama meeting muncullah pertanyaan:

  1. Pacaran itu boleh ga ya?
  2. Batasan pacaran apa?
  3. LDR (Long Distance Relationship) itu boleh ga ya?
  4. Kalau sudah menikah, memang boleh melakukan apa saja (sex dengan segala macam cara)?
  5. Bagaimana cara supaya hubungan itu bisa awet ya? (You are asking the wrong person yang tidak punya hubungan yang bertahan.. hahhahahha)
  6. Apa sih landasan supaya kita bisa menjalin hubungan dan tetap menjaga kekudusan hidup?
  7. Apa yang membuat seorang single bisa bertahan ketika semua berpasangan?
Luar biasa pertanyaannya.
Hahahahahahhahahahaha.. untung bukan aku yang isi acara, bisa keringat dingin jawabnya.






Selasa, 27 Maret 2018

Maret 2018

Bulan Maret.. Bulan special.

Aku pikir tidak akan mendapat surprise ulangtahun lagi karena tahun ini sudah berbeda. Beberapa teman  yang dekat sudah pindah dan teman-teman baru pun tidak terlalu dekat.

Tapi kali ini suprisenya berbeda..

Surprise pertama dari bu Bos.. dibuatkan bubur merah bubur putih khusus dengan doa supaya cepat menikah. Hahahaahahaha. Amin kemudian dikasih kalung salib yang sudah lama banget aku ingin punya dan sekarang diberi.. padahal aku tidak pernah bilang ingin punya kalung. Lalu seperti biasa, bu bos bilang kalau tahun depan yang akan pakaikan kalung bukan dia lagi tapi seseorang yang special itu. Aku hanya bisa meng-aminkan.

Surprise kedua. Surprise hampir gagal yaitu surprise dari Andrew yang mau diadakan di Podomoro University tapi kebetulan aku tidak ke sana. Sebenarnya dari jauh-jauh hari Andrew sudah sibuk nanyain waktu dan aku ada di mana di jam-jam tertentu. Lalu pindah ke CL pas komsel dan lagi-lagi aku tidak datang, padahal sudah sampai tanya-tanya bu bos apakah saya sudah pulang kerja atau belum. Bu bosku emang asik banget orangnya. Akhirnya hanya dikirim video saja karena aku ada kelas yang harus diselesaikan

Surprise ketiga di hari Sabtu setelah selesai kelas. Kali ini Tata dan Yose yang sengaja bela-belain datang ke kelas padahal masing-masing ada acara. My favorite sisters. Pura-pura ajak aku bermain dengan anak anjing dan tiba-tiba satu ruangan sudah didekor khusus. Benar-benar luar biasa.

Ketika aku pikir sudah selesai, ternyata masih ada lagi. Dari agi aku ngajar di ibadah remaja, Andrew dan Tata sudah mondar-mandir depan ruangan terus nyanyi-nyanyi lagu happy birthday. Lalu setelah itu di gereja. Karena ini ibadah umum bukan ruangan khusus jadi aku kira ya ga akan terjadi apa-apa, tapi ternyata tidak lolos juga..surprise berlanjut dan pengurus sudah siap-siap dengan kue di depan pintu. Benar-benar memalukan dinyanyiin di depan gerja di mall yang ramai.

Aku bersyukur punya teman-teman yang sangat luar biasa. Meski agak norak tapi aku senang banget. Pada dasarnya memang aku senang diberi kejutan. Bukti kamu care sama orang adalah ingat hal-hal kecil dan membuatnya jadi special dengan mengajak orang-orang juga ikut terlibat di dalamnya.

Sebenarnya aku ingin membuat tradisi selalu liburan saat ulangtahun supaya bisa introspeksi diri, punya waktu hanya aku dan Tuhanku.. tapi tahun ini agak berbeda karena waktunya tanggung. 2 hari sebelum ulangtahun sudah keluar kota dan cuti juga sudah habis-sehabisnya jadi tanggung aja di hari Rabu. Tapi tetap saja, I enjoy my birthday.

I also enjoy my holiday di Yogya sambil ke kawinan teman.
Hanya agak ribet karena perginya ramai-ramai dan anak-anak muda semua.. banyak waktu terbuang dan banyak berubah-berubah tujuannya. Aku ngerti karena mereka terlalu lelah karena pakai kereta api. Untungnya kami pesan mobil terpisah. Dari malam aku sampai, aku sih sudah cukup istirahat, jadi pagi-pagi aku sudah siap-siap. Selesai sarapan dan anak-anak datang untuk mandi, aku ajak Stephen dan ko Agus untuk jalan-jalan ke Ratu Boko karena dekat dengan hotel kami. Lalu lewatin Prambanan sebentar. Sampai di hotel kembali sekitar jam 11 baru kami siap-siap untuk ke acara kawinan.

Pulang dari acara kawinan, dimulai deh planning berubah yang awalnya mau ke Gunung Pindul terus berubah menjadi ke pantai. Karena tidak tahu jalan dan ternyata jauh sekali perjalanannya, akhirnya Andrew yang menyetir. Selama perjalanan, hujan kemudian jalanan berkelok-kelok, dingin ditambah lapar, rasanya aku pusing banget. Sampai di pantai sudah sore banget, aku pun tidak bisa benar-benar enjoy. Belum lagi anak-anak pada labil. setengah jalan sudah mau pulang sedangkan kami sudah hampir sampai.

Hari terakhir yang bikin makin geleng-geleng kepala. Karena tidak bisa manage waktu dan tidak benar-benar persiapan, ada yang yang ketinggalan pesawat. Untungnya ada yang tidak jadi pulang sehingga tiket kereta apinya bisa dialihkan. Dari liburan kali ini sih belajar kalau mau jalan harus sama-sama punya minat yang sama dan stick pada plan apalagi kalau ramai-ramai jadi tidak habis waktu buat diskusi mau kemana. dan untungnya lagi sewa mobil terpisah dan bisa nyetir sendiri ditambah kecanggihan maps di HP (ga perlu takut tersesat) jadi bisa jalan-jalan sendiri tanpa harus bergantung sama yang lain.

Aku sudah mulai planning untuk liburan selanjutnya. hahahahha..

Selasa, 20 Februari 2018

Februari 2018

Liburan sudah berakhir tapi rasanya ingin kembali liburan lagi.
Mungkin karena kesibukan yang berbeda saat ini.
Kalau lagi banyak kerjaan, sampai ga sempat memikirkan hal lain. Tapi kalau lagi tidak ada kerjaan, rasanya bosan banget dan bingung mau mengerjakan apa. Yang ada malah memikirkan hal yang tidak penting dan hanya menguras emosi.

Mau memaksakan diri untuk memikirkan tugas di pelayanan pun tidak mood, apalagi kalau mulai mengantuk.
Aku merasa akhir-akhir ini sedang kurang produktif.
I'm wasting my time doing yang ga berguna buat pertumbuhan diri. Bukan ga berguna sepenuhnya, tetapi lebih karena waktu yang dipakai lebih banyak untuk hal yang tidak berdampak langsung di pekerjaan dan pelayanan.

Planning liburan lagi aja kali ya biar semangat.
Tahun ini sepertinya liburan hanya di dalam negeri saja.
First time I'm going to Jogja, sekalian menghadiri pesta kawinan teman.
Lalu ke Bangka kali ya?? Atau Bali ?? Atau Solo??
Banyak yang ingin aku datangi tapi cutinya tidak tersisa banyak dan bos juga sudah berganti jadi agak kesulitan kalau tinggalin pekerjaan juga.

Semakin lama, aku semakin kurang bersemangat bekerja.
Rasanya ingin jadi ibu rumah tangga di rumah saja, tapi kalau di rumah aja, pengennya bekerja.
Serba salah, jenuh dan bosan.
Seandainya kau bisa melakukan apa saja yang aku sukai tanpa memikirkan orang lain...jiwaku selalu ingin bebas dan tidak terikat oleh apapun.

Aku tidak suka aturan dan tradisi yang mengikat tanpa mengerti kenapa harus melakukannya.
Mungkin ini yang membuatku tidak siap menikah dan berkomitmen. Pacaran terus sampai bosan ditanyain. Aku takut terikat. Aku takut tidak bahagia. Aku takut tidak bisa menjadi apa yang aku mau. Tapi aku juga ga mau sendirian. Bisakah punya pasangan yang tidak memaksaku menjadi yang aku tidak mau? Bisakah dia menemaniku menjalani mimpiku? Aku tidak akan menjadi istri yang tidak tahu tugas dan tanggung jawabku seperti yang Tuhan perintahkan karena kau mengasihi Tuhan. Tapi aku tidak bisa menjadi istri yang tradisi katakan. Aku tidak mau menjalani pernikahan yang menurut kata orang.

Aku tidak mau kamu berubah setelah menikah. Aku mau kita menjalani mimpi kita bersama seperti yang kita bicarakan sebelum menikah. Aku mau kita berjalan bersama, bergandengan tangan sehingga kalau ada di antara kita yang jatuh, kita masih berpegangan dan bisa saling menopang.
Lihat masa depan kita sendiri, bukan masa depan yang mereka buat. Aku mau kita hanya melihat di depan kita saja karena di depan ada Tuhan yang menuntun kita. Jika kamu bisa tersenyum dan mengiyakan ini, aku juga akan tersenyum menerima uluran tanganmu. Kita akan berjalan bersama menuju ke arah yang Tuhan mau.