Februari 2026 chapter 2 aku tulis
Kali ini kapalku berada di persimpangan pilihan. Apakah aku akan menurunkan orang lagi atau aku pindahkan ke ruangan lain.
12 tahun tulisan tentang kapal ini aku buat. Kali ini aku melanjutkan cerita perjalanan kapalku kembali. Banyak hal yang sudah terjadi. Ada badai dan gelombang, tapi kapal ini kuat. Pemilik kapal mengizinkanku membangun beberapa ruangan baru, menambah kekuatan mesinku, mengganti banyak bagian yang usang dengan yang baru supaya aku bisa tetap keep up dengan perubahan dunia.
Pernah sekali ada badai besar dan Tuhan berikan aku seseorang yang menemaniku di ruang kemudi untuk melewati badai itu. Beberapa kali aku lewati gelombang besar di ruangan keluarga dan sahabat. Terkadang aku di dalam ruang kemudiku sendiri dan hanya berkomunikasi dengan pemilik kapalku.
Aku tidak tahu berapa lama kapalku ini akan terus berlayar dan siapa saja yang akan aku temui di dalam perjalananku. Tapi, perjalananku kali ini dipertemukan dengan seseorang yang special di hatiku. Aku menikmati setiap moment bersamanya meskipun terkadang dia sangat menyebalkan.
Tapi hubungan ini pun sedang diuji dan aku dalam kondisi patah hati dan galau. Aku belajar:
- Tuhan selalu menunjukkan jalan dan selalu kasih tanda, apakah kita mau cukup peka atau tidak. Dan Aku tahu Tuhanku teramat baik, meskipun sudah berulang kali aku bawa hati yang hancur padanya, selalu Dia terima dan pulihkan. He never leaves me alone.
- Memaksakan kehendak hanya akan semakin melukai. Lebih baik terluka di awal dan pulih perlahan daripada berpura-pura untuk menghindari rasa sakit, tetapi pada akhirnya kehilangan diri sendiri karena terus berpura-pura.
- Heal yourself first before you help others. Aku ga sanggup menolong orang lain kalau aku sendiri pun tidak baik-baik saja.
- Merelakan dan ikhlas meskipun terasa sayang untuk semua yang sudah dilalui. Tidak semua yang aku mau bisa jadi milikku. Kalau ada hak orang lain yang terabaikan karena keinginanku, aku tidak sanggup melukai orang lain karena keegoisanku.
- Tidak usah memaksakan diri untuk cepat pulih. Jalani prosesnya supaya benar-benar sembuh dan ingat lukanya. Kalau ada bekasnya juga tidak mengapa, terima saja.
Yang pasti kapalku harus berlayar ke tujuan, ada lecet atau rusak sedikit karena karang yang aku terabas, perbaiki. Jangan berhenti atau stuck. Jalan lagi perlahan. Kapalku ga sempurna tapi pemilikku bangga memberikan kapal ini padaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar