Senin, 25 Agustus 2014

To Live by Faith less by Sight

    Di dunia selalu banyak hal yang tidak pasti. Bahkan yang nampaknya sudah pasti aja bisa menjadi tidak pasti. Segala sesuatu berubah dan kita tidak pernah dapat memprediksi seperti apa perubahan yang akan terjadi secara pasti. Sesuatu yang sudah diperkirakan saja bisa meleset. Kadang kita merasa begitu yakin kalau satu hal akan terjadi karena seolah sudah terpola, tapi kemudian dapat berubah tanpa kita pikirkan.
    Hanya ada satu hal yang pasti dalam hidup ini dan tidak akan pernah berubah, yaitu KASIH dari ALLAH. dari dahulu, sekarang, sampai selamanya tidak akan pernah berubah. Aku mengajarkan ini kepada murid sekolah mingguku. Jika kita bisa merasakan angin tanpa melihat angin, namun percaya ketika ada yang berhembus dan bisa menyebut itu angin, maka sama juga dengan Tuhan. Kita tidak melihat Tuhan tapi kita yakin dan percaya itu Tuhan. Ketika kita merasakan KASIH ALLAH, kita percaya ALLAH itu ada.
    KASIH ALLAH tidak pernah berubah. KASIH selalu indah, tidak menyakiti. KASIH itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri dan tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan sendiri, tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersuka cita karena ketidakadilan tetapi karena kebenaran, menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. KASIH tidak berkesudahan.
     Saat ini pun masih harus tetap terus belajar untuk mengasihi seperti KASIH ALLAH. Meski sulit, tapi percaya kalau ALLAH akan menolong dan memberi kekuatan. Berjalan bersama ALLAH untuk melakukan seperti yang IA mau. Hidup dengan iman, bukan hanya dengan dari apa yang kelihatan saja. Belajar mengimani, bahwa ALLAH itu nyata dan KASIH-NYA juga nyata dalam hidup kita. To live by faith, less by sight.

Kamis, 24 Juli 2014

Ketika Hati yang Menentukan

     Sudah 3 bulan lebih aku menjalani hidup tanpa kejelasan dan masih saja aku tidak bisa atau mungkin lebih tepatnya tidak mau "move on". Aku belum bisa dan belum rela melepas semua rasa yang ada di hati. Ketika hati yang menentukan, sulit sekali untuk bisa melepaskan. Tidak ada yang bisa mengendalikan hati. Ia "bekerja" semaunya. Ketika logika mengatakan tidak, tetapi hati mengatakan iya, maka logika pun akan tunduk dan mengalah. Mungkin Superego-ku tidak cukup kuat, atau Id yang terlalu kuat mengendalikan diri.
     Sekian lama aku menutup hatiku karena takut terluka, tetapi ketika aku memutuskan untuk kembali membuka hatiku, aku membukanya untuk dilukai kembali. Entah sampai kapan luka ini akan sembuh. Hanya bisa menangis, mengasihani diri sendiri. Aku seperti menjalani deja vu, mengulang lagi yang dulu aku jalani, kembali menata hidup, belajar untuk bangkit dan  menjalani hidup dengan tegar. 
     Hidup benar-benar penuh ujian yang tidak berakhir. Jika aku mau naik kelas, maka aku harus bisa melewati ujianku. Sanggupkah aku melewati ujian ini?? Dear Lord, help me through this.

Sabtu, 17 Mei 2014

Seiman dan Sepadan

     Sekarang ini aku menjalani fase dimana aku sangat serius menjalani hubungan untuk masa depanku. Aku sedang menentukan pasangan hidupku. Aku tidak ingin main-main ketika menentukan pria yang akan menemani sisa hidupku. Untuk mempersiapkan diri masuk ke dunia kerja saja, kita berusaha memberikan yang terbaik. Sekolah setinggi mungkin, kursus menambah skill sebanyak mungkin, seminar ini dan itu dan lainnya demi pekerjaan yang baik yang sebenarnya tidak akan menemani seumur hidup. Akan ada fase untuk pensiun dan tidak bekerja lagi.
    Untuk urusan pekerjaan aja sampai begitu, apalagi ini untuk pasangan yang akan menemani seumur hidup. Kalau sampai salah, maka rusak sudah semuanya. Dulu mungkin aku bodoh, ketika memilih pasangan asal saja. Tapi, sekarang jangan sampai mengulang kesalahan yang sama. Bukan hanya aku selektif, aku pun mempersiapkan diriku untuk menjadi pasangan yang terbaik buat pria yang Tuhan berikan untukku. Apa yang Tuhan mau adalah pria dan wanita yang mencintai Tuhan, menjadi pria dan wanita terhormat di mata Tuhan.
    Saat banyak pria datang dan masuk ke hidupku, aku selalu ingat dengan prinsip "Seiman dan Sepadan" untuk jadi pasangan. Seiman tidak hanya sekadar seagama saja. Seiman memiliki makna yang lebih dari itu. Banyak orang yang bergama Kristen, tapi apakah mereka benar mengenal Tuhan mereka? Apakah benar mereka mengimani ajaran dari agamanya? Aku ingin memiliki pasangan yang memiliki pengenalan yang benar tentang Tuhan. Lalu, sepadan.. apakah makna sepadan? Banyak yang memaknai dengan penampilan dan hal-hal materi. Sepadan pun memiliki makna yang lebih dalam. Sepadan yang dimaksud oleh Tuhan ketika ia menciptakan Hawa untuk menjadi penolong Adam. Hawa memiliki kapasitas yang sebanding dengan Adam.
    Bagiku menjadi pasangan yang seiman dan sepadan menjadi hal yang mutlak. Aku berdoa untuk pasanganku yang memiliki iman yang sama denganku, sepadan dalam pelayanan, sepadan dalam kapasitas dan kemampuan. Sepadan membuat hal-hal dalam hidup menjadi lebih mudah karena memahami dan menjalani hal yang sama. Sepadan tidak harus selalu sama persis. Sepadan membuat komunikasi menjadi lebih "nyambung". Aku tahu tidak akan mudah menemukan pria seperti itu, tapi aku percaya Tuhan punya cara dan Tuhan selalu memberikan yang terbaik dan indah pada waktuNya, asal kita beriman dan percaya.
    Ketika aku membahas masalah ini dengan temanku, maka pasti banyak akan menganggapku naif. Zaman sekarang, bisa menunggu sampai lumutan kalau mencari pria "sepadan" denganku. "Wanita dengan karir yang baik, berpendidikan, aktif, pintar, mandiri.. semua kualitas yang baik hampir ada dalam dirimu. Banyak cowo yang mungkin akan minder kalau mau mendekatimu." Selalu tanggapan seperti itu yang disampaikan. Jika ia pria pilihan Tuhan, maka semua kualitas baik akan menjadi hadiah yang layak ia terima dalam diri pasangannya. Pria dari Tuhan tidak akan minder mendekati wanita yang baik. Wanita yang mengenal Tuhan, tidak akan menjauh dari pria pilihan Tuhan. Tuhan akan membuat hati kami cukup kuat dan terpaut jika memang kami dipertemukan sebagai pasangan. Akan ada banyak hal yang membuat kami sepadan. Buat teman yang seiman denganku, mereka akan mendukungku dalam doa. Buat mereka yang tidak mengenal Tuhan, maka mereka akan mengganggap aku hidup di dunia dongeng.
    Aku selalu yakin dan percaya bahwa Tuhan sudah mempersiapkan yang terbaik untuk hidup setiap anakNya. Tinggal kita menanti kapan waktu yang Tuhan tentukan. So, buat semua anak Tuhan, cari pasangan yang seiman dan sepadan karena itu yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita. Bagaimana kita tahu pasangan kita seiman dan sepadan? Doakan, damai sejahtera akan ada dalam hati jika itu berasal dari Tuhan. Dan pasti Allah bisa berbicara melalui teman-teman yang juga mengenal Tuhan dengan baik, jadi diskusi dan ceritakan dengan "mentor imanmu". GBU

Jumat, 02 Mei 2014

Ramalan Tarot

Store Thamrin, 10 malam

     Ajakan teman untuk hang out setelah seharian kepala panas karena terus dicekokin dengan ilmu dari project baru berakhir dengan bujukan untuk dibacain kartu tarot. Aku sebenarnya tidak ingin diramal karena takut jadi sugesti dan membuatku jadi terbawa. Dalam kondisiku sekarang, aku mudah sekali terpengaruh. Sebenarnya dari dulu aku tidak pernah percaya dengan ramalan. Aku berusaha untuk menjalani hidup dengan pasrah dan berusaha dengan sangat keras supaya bisa tetap berada di jalan Tuhan. Ketika kondisiku sekarang, aku berusaha sendiri untuk bisa tetap setia dengan imanku kepada Tuhan Yesus, aku tidak ingin terpengaruh dunia yang menganggap semua hal itu lumrah karena orang lain juga melakukannya.
   At the end, aku terbujuk. Ini kali kedua dalam kondisi yang hampir sama. 2 orang teman yang bisa meramal ada bersamaku. Satu membaca kartu tarot yang kubuka, satu lagi membaca garis tanganku. Keduanya menyampaikan statement yang sama. Padahal mereka tidak tahu keadaanku. Mereka tidak tahu yang aku jalani. Mereka hanya teman kantor biasa saja. Selama ini juga yang terjadi hanya urusan kantor atau becanda biasa. Mungkin memang mereka punya kemampuan untuk bisa melakukan hal tersebut. Talenta setiap orang memang berbeda.
    Here it is. Mereka berdua menyampaikan hasil yang hampir sama. Aku berada di persimpangan jalan. Pilihan yang akan menentukan masa depan hidupku. Kalau aku terus pada pendirianku sekarang, maka aku akan berakhir menjadi wanita karir dengan kehidupan sosial yang minim. Jika aku mau berubah, maka hidup sosialku yang akan berubah dan karir yang kujalani akan biasa saja. Garis tanganku pun berubah dalam waktu kurang dari 6 bulan. Sebelumnya temanku melihat hal yang berbeda dengan yang sekarang. Garis tanganku mengikuti pilihan hidup yang aku tentukan. Satu hal yang membuat temanku kagum adalah, kartu utama yang terbuka adalah iman. Temanku bilang, semuanya aku jalani dengan penuh iman, biar kehendakMU bukan kehendakku. Aku selalu kuat dan sanggup menjalani semuanya karena iman yang tegar. Kartu lainnya adalah kartu yang kontras, kartu yang menunjukkan kekerasan hati tapi juga kelembutan seorang ibu. I'm a good mommy :)
    Aku masih saja amazed dengan tarot, bagaimana bisa kartu bisa membaca kondisi yang terjadi padaku padahal aku tidak pernah bercerita. Dengan melihat sebuah kartu, lalu ditanya, "kamu sedang dekat dengan beberapa pria?" WOW... apa maksudnya?? "kamu bingung memilih? Ada salah satu alasan yang dikarenakan keluarga??" Speechless. "kamu orang yang selalu pakai logika, sedangkan masalah hati adalah perasaan maka solusinya bukan logika." again I'm speechless. Mau nangis tapi malu karena orang-orang yang begitu ramai dan di depan teman kerja. "kamu bukan orang yang menunjukkan kelemahan di depan orang lain. Di depan orang, kamu berbeda. Dalam hati, kamu berusaha untuk kuat. It's ok to be weak." Then, air mata pun turun tanpa bisa ditahan. Lalu yang paling akhir setelah dikonseling (even psikolog needs konseling :p ), kalimat pamungkas yang sekali lagi bikin aku kembali galau.."jawaban akhir dari pertanyaan di otak kamu sekarang, kamu sendiri yang bisa jawab, bukan di dia. Kamu mau akhiri atau kamu mau terus seperti itu. Pilihan ada di tangan kamu." Aku bingung, kalau aku mau meneruskan, bagaimana caranya? Kalau aku mau mengakhiri, ini seperti akhir yang akan menghantui karena mengambang tanpa jelas.
    Balik lagi.. semuanya hanya iman saja. Percaya saja kalau semua akan baik dan Tuhan akan memimpin setiap langkah hidupku selama aku mau berusaha menjalani ini dengan baik sesuai dengan kehendakNYA. Thank YOU, LORD. Aku punya teman yang luar biasa. Sampai di rumah, berdua mereka menulis pesan singkat yang hampir sama bahwa aku harus ingat bahwa ini ramalan saja dan Tuhan akan berikan yang terbaik dalam hidupku. AMIN

Senin, 28 April 2014

Thank you, Mr. A

     Setiap hal yang terjadi dalam hidup itu harus disyukuri, bahkan saat tersulit dan tidak diinginkan. Saat hati menjadi kosong... aku percaya Tuhan membawa seseorang untuk menolong dan mengisi kekosongan itu. Tuhan tahu setiap kelemahanku.. Tuhan memberi pengganti ketika ada yang hilang atau diambil dalam hidupku. Tuhan membawa teman-teman yang luar biasa untuk menghiburku.
     Even Mr. A yang sudah aku coba jauhi pun menghibur. Usahanya untuk bisa buatku tersenyum bahkan tertawa, membuatku menjadi diri sendiri dan tidak perlu malu untuk menangis supaya tidak menyesakkan dada.
"Diam kuseribu bahasa, diam menyimpan perih. Kucoba menjalani asa tanpamu. Tuhan, kumohon jaga dia dalam hari-harinya, sebagaimana ia pernah menjagaku dengan penuh kasih dahulu. Tuhan, aku lantunkan setiap nafas doaku dalam harap kerinduan yang selalu kusimpan untuk dia seorang.. belajar melupakan seseorang yang melupakanku. Air mataku bisa saja menetes jatuh, hatiku juga pasti teriris sakit, tapi aku punya keyakinan pada diriku sendiri. Dimana engkau saat aku terjatuh? Aku berdiri sendiri tanpamu dan itu menyakitkan. Dan Tuhan menyadarkanku bahwa ikhlas adalah jawaban dari sebuah kesabaran selama ini. Ketika kamu berusaha keras melupakan seseorang dan merasa tidak akan bisa, maka kamu salah, karena waktu berjalan dan Tuhan akan menolongmu bukan untuk melupakan tapi merelakan."
Entah darimana manusia satu ini belajar jadi puitis, entah mengutip dari mana kalimat yang begitu indah. tapi satu hal yang pasti ketika awal membacanya, aku menangis. Lalu, kesekian kali aku membacanya, aku tersenyum dan menyadari bahwa ada usaha yang luar biasa yang sudah dilakukan untuk menghiburku, membuat beban di hati menjadi lebih ringan. Di balik kesedihan, ada kelucuan. Orang yang aku tahu ngak pernah dan ga bisa puitis pun bisa melakukan hal ini hanya demi buatku terhibur.
     Thank You, Mr. A. Meski sekarang sudah lebih ringan, akan selalu ada bagian yang kosong yang aku tahu tidak bisa terisi oleh siapa pun. Selalu ada pertanyaan yang tidak terjawab yang membuat bagian kosong itu akan selalu kosong. Sama seperti sebelumnya. semakin banyak bagian lubang dalam kapalku. Hanya Tuhan, sang pemilik kapalku, yang bisa menutup lubang itu dengan berjalannya waktu. Aku hanya bisa belajar untuk lebih hati-hati lagi mengemudikan kapalku.

Jumat, 25 April 2014

After YOU

Dear Jesus,

My life is so much better when I hand it to you. No fear will keep on following me, no worries about my future because I believe that YOU have provided the best for me. Everytime I rely myself on YOU, I know YOU are there for me. YOU never leave me alone. Even when I feel so lonely, I know YOU are right by my side. When things go wrong, YOU are there to fix it for me. All I have to do is just believe in YOU.

Thank YOU for the love. Thank YOU for giving the best for me. Thank YOU for fixing my broken heart. No hatred, no disappointment, no regret. I love my life for every moment. The good times and even the bad one. I believe all things that happened in my life come from YOU. YOU have planned and created all things. They all taught me to be a better person. A better woman. A Lady in waiting that YOU want.

I'm your daughter cause YOU are my Father. Never will YOU let me down. I'm your princess cause YOU are the King. All the universe bow down to YOU. I'm Your beloved one and YOU give everything to me. Thank YOU, Jesus. I love YOU.



With love,
Ree

Kamis, 24 April 2014

Innocent talk

I met one of my students in RCC in one of malls in Jakarta. This is what happen when you are talking with innocent little child with positive thinking

Child   : Hi, ms. R
Ms. R  : Hi, C.. how are you?
Child   : where are you from, miss?
Ms. R : Office
Child   : You work so late. what do you do?
Ms. R  : Meet people
Child   : I see.. that's why you are so beautiful.
             You must be seeing your boyfriend, right?
Ms. R just smiles.
Child  : Mommy said that when someone wants to meet boyfriend, they look very beautiful
            Mommy also tells me that you already have baby and it makes you look more beautiful
Ms. R laughs.
Ms. R : Your mommy is also beautiful because she has you
Child  : Yes, mommy is beautiful just like you
            bye miss. see you on Sunday. I love you, miss R.
Ms. R : Love you, too little C

Mommy teaches her little child to respect women. What a good way to educate children.