Bulan Februari... banyak moment yang terjadi.
Mulai dari Chinese New Year, Valentine, sampai puncak banjir di Jakarta.
Bulan Februari tahun ini juga terasa berbeda.
Hatiku terasa sakit, tapi hari-hari kujalani dengan lebih ringan.
Di bulan ini juga aku belajar banyak hal.
Hal paling penting adalah bagaimana aku belajar meresponi setiap kejadian yang tidak sesuai dengan harapan dengan cara yang positif.
Ketika kita memiliki roh yang baik, maka sikap hati dan hidup akan positif meski situasi di luar tidak baik.
Percaya akan setiap janji Tuhan bahwa Ia akan selalu beserta kita dan tidak perlu merasa gelisah dan khawatir akan hal-hal yang akan terjadi.
Semua sudah Tuhan sediakan dan indah pada waktuNya. Tak pernah sekalipun Tuhan mengingkari janjiNya. Asalkan kita percaya dan sabar menunggu waktunya Tuhan, maka kita akan melihat hidup yang Tuhan rancang jauh lebih indah daripada yang mampu kita pikirkan.
Buat seseorang di sana... Maaf kalau harus menjadi seperti ini.
Tak pernah terpikir akan berakhir seperti ini..
Aku sudah berusaha tapi memang tidak semua hal harus dikalahkan dan berjalan sesuai dengan keinginan.
Senin, 09 Februari 2015
Jumat, 02 Januari 2015
Rahasia Kecilku
Blog ini seperti diariku..
Isinya tak jauh beda dengan diari yang ku tulis sendiri.
Perbedaannya cuma dua hal. Besar kecil "rahasia" yang diceritakan dan bentuk tulisannya.
Jika di diariku, semua emosi "terlihat" nyata, tekanan pulpen, bentuk tulisan, besar tulisan, semua goresan tinta dengan berbagai kondisi hati terbaca jelas. Mulai dari gambar-gambar yang menghiasi tulisan, coretan-coretan di bagian kosong dari diari, warna tinta, sampai cara penulisan dan kata-kata yang digunakan, jelas menceritakan isi hatiku.
Jika di blog, tak terlalu "terlihat" semua emosiku ketika menulis dan "rahasia" hidupku yang yang ada di sini hanya rahasia umum saja.
Ini rahasia kecilku di akhir tahun 2014 yang ingin aku buang jauh-jauh dari hidupku.
Aku tidak bisa "kabur" darinya..
Setiap kali aku ingin melupakannya dan tidak menanggapinya, aku selalu gagal
Setiap kali dia kembali, hatiku tidak bisa mengabaikannya.
Setiap kali aku berusaha menghindarinya, setiap kali juga aku kembali lagi
Seperti ada magnet yang terus menarikku
Seolah ada yang menahanku... seolah ada yang belum selesai
Apa yang harus aku lakukan?
Apa yang Tuhan mau aku lakukan?
Aku ga sanggup kalau terus "bermain" seperti ini.
Logika selalu kalah dengan hati.
Tapi apakah kata hati ini benar?
Harus seperti apa aku menjalani ini?
Tak bisa menjauh tetapi tidak bisa bersama, lalu harus bagaimana?
Berusaha sekuat tenaga untuk melepas tapi tak bisa lepas
Aku tahu tak ada yang kebetulan, tapi aku tidak tahu harus bagaimana menjalani ini?
Sampai kapan? Berapa lama? Apa tujuannya? Apa gunanya? Mengapa begitu sulit?
Isinya tak jauh beda dengan diari yang ku tulis sendiri.
Perbedaannya cuma dua hal. Besar kecil "rahasia" yang diceritakan dan bentuk tulisannya.
Jika di diariku, semua emosi "terlihat" nyata, tekanan pulpen, bentuk tulisan, besar tulisan, semua goresan tinta dengan berbagai kondisi hati terbaca jelas. Mulai dari gambar-gambar yang menghiasi tulisan, coretan-coretan di bagian kosong dari diari, warna tinta, sampai cara penulisan dan kata-kata yang digunakan, jelas menceritakan isi hatiku.
Jika di blog, tak terlalu "terlihat" semua emosiku ketika menulis dan "rahasia" hidupku yang yang ada di sini hanya rahasia umum saja.
Ini rahasia kecilku di akhir tahun 2014 yang ingin aku buang jauh-jauh dari hidupku.
Aku tidak bisa "kabur" darinya..
Setiap kali aku ingin melupakannya dan tidak menanggapinya, aku selalu gagal
Setiap kali dia kembali, hatiku tidak bisa mengabaikannya.
Setiap kali aku berusaha menghindarinya, setiap kali juga aku kembali lagi
Seperti ada magnet yang terus menarikku
Seolah ada yang menahanku... seolah ada yang belum selesai
Apa yang harus aku lakukan?
Apa yang Tuhan mau aku lakukan?
Aku ga sanggup kalau terus "bermain" seperti ini.
Logika selalu kalah dengan hati.
Tapi apakah kata hati ini benar?
Harus seperti apa aku menjalani ini?
Tak bisa menjauh tetapi tidak bisa bersama, lalu harus bagaimana?
Berusaha sekuat tenaga untuk melepas tapi tak bisa lepas
Aku tahu tak ada yang kebetulan, tapi aku tidak tahu harus bagaimana menjalani ini?
Sampai kapan? Berapa lama? Apa tujuannya? Apa gunanya? Mengapa begitu sulit?
Januari 2015
Memulai tahun 2015 dengan semangat baru
Sungguh bersyukur ketika melewati detik-detik terakhir di tahun 2014 dengan orang-orang terkasih. Melewati tahun 2014 dengan ucapan syukur untuk setiap berkat dan penyertaan Tuhan yang luar biasa sepanjang tahun 2014, bukan hanya dengan pesta tetapi juga renungan dan doa. Mengingat sekali setiap moment di tahun 2014 dan belajar dari setiap kejadian supaya tahun 2015 tidak melakukan kesalahan yang sama.
Moment of truth 2014:
Sungguh bersyukur ketika melewati detik-detik terakhir di tahun 2014 dengan orang-orang terkasih. Melewati tahun 2014 dengan ucapan syukur untuk setiap berkat dan penyertaan Tuhan yang luar biasa sepanjang tahun 2014, bukan hanya dengan pesta tetapi juga renungan dan doa. Mengingat sekali setiap moment di tahun 2014 dan belajar dari setiap kejadian supaya tahun 2015 tidak melakukan kesalahan yang sama.
Moment of truth 2014:
- Belajar untuk bertahan dan setia dalam pelayanan karena melayani adalah wujud kasih yang Tuhan inginkan dari setiap anak-anakNya. Meski berkali-kali ingin berhenti, tetapi selalu saja ada cara Tuhan untuk membuatku bertahan dalam RCC
- Membuka diri untuk hal baru dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi supaya lebih berkembang, meski harus memulai dari awal (keluar dari comfort zone)
- Belajar untuk ikhlas melepas dan tidak memaksakan keinginan sendiri. Ikhlas membuat hati lebih ringan untuk menjalani masa depan. Tidak ada satu hal pun dalam hidup ini yang adalah milik kita, semua pemberian Tuhan yang kalau DIA menghendaki untuk diambil kembali, kita harus merelakan.
- Belajar menyerahkan semua rencana ke dalam tangan Tuhan dan lebih peka dan peduli dengan hati karena hati kecil seperti suara Tuhan yang berbicara.
Tahun ini adalah tahun yang cukup berat karena harus merelakan beberapa orang yang berarti dalam hidup untuk "pergi" dari lingkaran kebahagiaanku. Mulai dari L****, Mr. A, Ms. AK, Ms. M, dan HS. Kalau mengingat semuanya, rasanya sangat tidak rela. Namun, aku harus belajar untuk percaya bahwa ini yang terbaik. Rancangan Tuhan jauh lebih indah daripada rencanaku. Semua yang terjadi menjadi pelajaran hidup yang sangat berarti. Ketika mendoakan setiap hal yang dilalui di tahun 2014, air mata seolah tidak berhenti mengalir. Sedih, pasrah, bersyukur, semua bercampur jadi satu.
Terkadang ingin rasanya jadi orang lain, menjadi jahat dan tidak peduli pada orang lain, menjadi egois, menolak semua aturan dan norma, melanggar semua ketentuan. Jika aku menuruti semua keinginanku tanpa memikirkan orang lain, rasanya semua akan baik-baik saja dan aku puas, tetapi hanya sementara, hanya sesaat saja. Setelah beberapa waktu, ketakutan, rasa bersalah akan menghantui dan membuat hidupku tidak damai sejahtera. Tuhan terlalu sayang padaku untuk membiarkanku melakukan hal buruk itu setelah berjuang untuk bertahan hidup dengan mempertahankan iman. Tidak mudah menjalaninya, tetapi aku tahu dan aku merasakan indah hidup berjalan bersama Tuhan. Damai dan tidak ada rasa kuatir karena penyertaanNya sempurna. This is the life that I want, peaceful life.
Detik, menit, hari, minggu, bulan ke depan masih panjang di tahun 2015, namun bersama Tuhan, maka perjalanan 2015 akan dapat dilalui dengan baik. Mengimani bahwa Tuhan menyertai dan memimpin setiap langkah, membuatku optimis dalam menjalani tahun 2015 dengan resolusi baru.
Rabu, 26 November 2014
Tak Mampu Pergi - Sammy Simorangkir
Tanpa sengaja aku putar lagu Sammy Simorangkir dan sekarang aku tergila-gila sama semua lagunya. Dan satu lagu yang tidak bisa hilang dari ingatanku.. Setiap kali dengar lagu ini, hati rasanya nyesss... sakit banget. Entah pembawaan Sammy yang ok banget (Sammy sih emang ok banget kalau bawaain lagu.. soulful banget) atau aku yang terlalu cengeng.
Setiap hal yang menempel kuat dalam ingatan pasti memiliki makna penting dalam hidup.. begitu juga lagu ini
Lelah hati ini
apakah selama ini cinta yang ada hanyalah semu
betapa sakitnya hatiku
Ketika dirimu memilih dirinya
Hingga kau hiraukan cinta kita
apakah selama ini cinta yang ada hanyalah semu
betapa sakitnya hatiku
Ketika dirimu memilih dirinya
Hingga kau hiraukan cinta kita
ketika dia yang kau cinta mencintai yang lain
betapa dalamnya terluka hatiku
dan bagaimanakah ku harus meyakinkan diriku
saat kudengar suaramu ku tak mampu pergi
ku tak mampu pergi
betapa dalamnya terluka hatiku
dan bagaimanakah ku harus meyakinkan diriku
saat kudengar suaramu ku tak mampu pergi
ku tak mampu pergi
Lelah rasanya hati untuk ku bertahan
Namun aku sungguh sungguh tak mampu
oh…
Namun aku sungguh sungguh tak mampu
oh…
Ketika dia yang kau cinta mencintai yang lain
betapa dalamnya terluka hatiku
dan bagaimanakah ku harus meyakinkan diriku
saat kudengar suaramu hati ku bergetar
saat ku tatap matamu ku tak mampu pergi
betapa dalamnya terluka hatiku
dan bagaimanakah ku harus meyakinkan diriku
saat kudengar suaramu hati ku bergetar
saat ku tatap matamu ku tak mampu pergi
Kamis, 13 November 2014
Hidup seperti Sinetron
Hidup ini seperti cerita dalam sinetron.
Aku selalu berpikir bahwa penulis cerita penuh dengan imajinasi dan bisa membuat cerita yang begitu bervariasi. Namun, nyatanya dalam kehidupan, cerita dalam imajinasi itu ada di tengah-tengah kita.
Atau kah sinetron lah yang mengambil alur dari kehidupan nyata?
Mungkin saja keduanya benar...
"Sinetronku" kali ini adalah cerita tragis
Wanita bodoh yang dengan mudah dibuai oleh cerita bohong.
Melupakan orang yang pernah begitu berarti dalam hidup adalah hal yang sulit untuk dilakukan.
Apalagi jika orang tersebut pernah memberi kenangan indah dalam hidup
Tapi jika ternyata orang tersebut tidak pernah ada dan hanya rekayasa, siapa yang harus dikenang?
Jika semua cerita cuma karangan, apakah perlu diingat?
Yang ada dalam kenangan ternyata hanya kebohongan bukan kenyataan.
Semuanya hanya rekayasa saja...Apakah itu masih bisa disebut kenangan?
Yang ada justru kebencian dan sakit hati karena semua yang dikatakan hanya kebohongan.
Orang yang pernah begitu berarti menjadi orang yang paling dibenci.
Yang berarti dalam hidup bukanlah dia tapi orang hasil rekayasanya.
Aku mencintai manusia khayalan dari seorang pembohong.
Adakah yang harus disalahkan?
Perlukah menyalahkan orang lain?
Jika memang mencari kesalahan adalah naluri, maka salahkanlah diri sendiri
Mengapa begitu bodoh... mengapa tidak peka... mengapa begitu mudah terbawa emosi
Pelajaran: Dengarkan hatimu, jangan terbawa emosi. Aku terlalu mengikuti keinginan daging sampai tidak peduli dengan petunjuk yang Tuhan beri.
Markus 14:38 “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Seperti Petrus, aku gagal mempertahankan iman dan jatuh dalam pencobaan karena mengikuti keinginan daging)
Galatia 5:16-17, Paulus berkata,
“Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki”
Rabu, 05 November 2014
Letter to Mr. HS
Dear Mr. HS,
Surat ini sudah aku tulis sejak lama, tapi tidak pernah aku posting. Semua yang aku rasakan dan pikirkan ini ternyata ada waktunya.
Seseorang pernah bilang padaku, kalau aku dan kamu bisa menjalani hubungan ini dan melewati semua halangan yang ada, maka hubungan kita akan sangat menjadi kesaksian dan pasti ikatan di antara kita akan semakin kuat. Tapi sepertinya itu tidak akan pernah terjadi. Hubungan ini begitu rapuh karena hanya dilandaskan kata-kata indah saja, tidak tahan uji. Aku berharap semua tidak seperti sekarang ini. Namun, harapan tinggal harapan karena semua yang ada memang hanya kata-kata bukan kenyataan. Semua hanya kebohongan. Mungkin ini yang terbaik. Mungkin sayang saja tidak cukup untuk membuat hubungan ini bisa berjalan. Mungkin dari awal aku harusnya memilih mengikuti kata hatiku, tidak membiarkan siapa pun masuk ke hatiku ketika aku merasa ada yang tidak benar. Aku terlalu bodoh dan sekarang aku terima pelajaran dari kebodohanku. Walaupun dalam hatiku yang paling dalam, aku tidak ingin semua ini berakhir, karena aku pernah bahagia bersama kamu.
To Mr. HS..
Terima kasih sudah pernah menjadi bagian dari hidupku
Terima kasih sudah memberiku rasa yang lama aku inginkan
Terima kasih sudah menyatakan sayang padaku dan membuatku sayang padamu
Terima kasih untuk semua perhatian dan usaha yang dilakukan untuk mendekatiku
Terima kasih untuk bahagia yang pernah aku rasakan ketika bersamamu
Maaf kalau semua harus berakhir seperti ini
Maaf aku tidak menjadi seperti yang kamu mau
Maaf kalau aku sudah menyusahkan hidupmu
Mungkin maaf terbesarku adalah kepada wanita yang tanpa aku sadar sudah tersakiti.
Aku berharap semua ini tidak menjadi seperti ini. Tetapi aku juga wanita.. aku ga bisa dan ga sanggup menyakiti wanita lain.
Surat ini sudah aku tulis sejak lama, tapi tidak pernah aku posting. Semua yang aku rasakan dan pikirkan ini ternyata ada waktunya.
Seseorang pernah bilang padaku, kalau aku dan kamu bisa menjalani hubungan ini dan melewati semua halangan yang ada, maka hubungan kita akan sangat menjadi kesaksian dan pasti ikatan di antara kita akan semakin kuat. Tapi sepertinya itu tidak akan pernah terjadi. Hubungan ini begitu rapuh karena hanya dilandaskan kata-kata indah saja, tidak tahan uji. Aku berharap semua tidak seperti sekarang ini. Namun, harapan tinggal harapan karena semua yang ada memang hanya kata-kata bukan kenyataan. Semua hanya kebohongan. Mungkin ini yang terbaik. Mungkin sayang saja tidak cukup untuk membuat hubungan ini bisa berjalan. Mungkin dari awal aku harusnya memilih mengikuti kata hatiku, tidak membiarkan siapa pun masuk ke hatiku ketika aku merasa ada yang tidak benar. Aku terlalu bodoh dan sekarang aku terima pelajaran dari kebodohanku. Walaupun dalam hatiku yang paling dalam, aku tidak ingin semua ini berakhir, karena aku pernah bahagia bersama kamu.
To Mr. HS..
Terima kasih sudah pernah menjadi bagian dari hidupku
Terima kasih sudah memberiku rasa yang lama aku inginkan
Terima kasih sudah menyatakan sayang padaku dan membuatku sayang padamu
Terima kasih untuk semua perhatian dan usaha yang dilakukan untuk mendekatiku
Terima kasih untuk bahagia yang pernah aku rasakan ketika bersamamu
Maaf kalau semua harus berakhir seperti ini
Maaf aku tidak menjadi seperti yang kamu mau
Maaf kalau aku sudah menyusahkan hidupmu
Mungkin maaf terbesarku adalah kepada wanita yang tanpa aku sadar sudah tersakiti.
Aku berharap semua ini tidak menjadi seperti ini. Tetapi aku juga wanita.. aku ga bisa dan ga sanggup menyakiti wanita lain.
Kebohongan selamanya adalah kebohongan. Aku tidak akan menyalahkan kamu. Mungkin perasaanmu ke aku tidak bohong, tapi kenyataan lainnya adalah bohong. Seperti yang selalu aku percaya, bahwa tidak ada hal yang terjadi secara kebetulan.. karena semua sudah direncanakan Tuhan dan itu adalah yang terbaik, termasuk hubungan kita. Aku hanya bisa mendoakan semoga kamu bahagia dan berharap kamu akan membahagiakan pasanganmu, keluargamu.
I have to let go, so I can move on and open new page in my life.
Membuang dan membersihkan tuntas ruang hati supaya hati ini bersih untuk menerima yang baru.
Seberapa pun sayang tapi jika sudah tidak berguna dan tidak bisa diapa-apakan lagi, maka hanya akan menjadi sampah jika terus disimpan.
Good bye and it's over now and forever.
Jumat, 10 Oktober 2014
Apa yang penting dalam sebuah hubungan?
Manusia adalah makhluk sosial yang artinya ga bisa lepas dari orang lain. Manusia selalu berinteraksi dengan orang lain. Interaksi manusia ada yang hanya bersifat jangka panjang dan ada juga yang pendek. (tulisan ini sudah seperti latar belakang paper saja)
Ok.. to the point aja..
It takes two to tango.. butuh dua orang untuk bisa membuat hubungan bisa berhasil. Jika hanya salah satu saja yang berusaha, sedangkan yang lain tidak, maka usahanya akan terasa berat dan cenderung gagal. Hal ini bukan saja berlaku bagi pasangan yang sudah menikah, tetapi juga dari awal ketika menjalin hubungan dengan pasangan
Dalam sebuah hubungan, ada banyak hal yang harus disesuaikan. Berikut beberapa hal yang yang pastinya butuh penyesuaian baik bagi pasangan yang sudah menikah atau bagi yang masih menjalin hubungan:
Ok.. to the point aja..
Hampir seluruh paper ilmiah yang aku buat semuanya tentang penyesuaian pernikahan (fokus tulisan ini lebih untuk pasangan), tapi sepertinya semuanya hanya teori saja. Sulit untuk dipraktekkan kalau yang paham hanya satu pihak saja. Bagi beberapa orang, butuh konselor pernikahan untuk mengetahui hal ini. sehingga dapat meminimalkan perceraian/perpisahan.
It takes two to tango.. butuh dua orang untuk bisa membuat hubungan bisa berhasil. Jika hanya salah satu saja yang berusaha, sedangkan yang lain tidak, maka usahanya akan terasa berat dan cenderung gagal. Hal ini bukan saja berlaku bagi pasangan yang sudah menikah, tetapi juga dari awal ketika menjalin hubungan dengan pasangan
Dalam sebuah hubungan, ada banyak hal yang harus disesuaikan. Berikut beberapa hal yang yang pastinya butuh penyesuaian baik bagi pasangan yang sudah menikah atau bagi yang masih menjalin hubungan:
1. Kebiasaan pribadi. Setiap pasangan harus dapat memodifikasi kebiasaannya yang berhubungan baik waktu, tempat dan barang yang digunakan.
2. Kehidupan sosial. Ketika menjalin hubungan dengan orang lain, maka mau tidak mau, suka tidak suka, kehidupan sosial pun akan menjadi berbeda. teman dan keluarga pasangan, aktivitas yang dijalani pasti akan berubah
3. Komunikasi. Bagiku, ini adalah hal yang paling penting. Pasangan harus dapat mengkomunikasikan setiap hal dengan cara yang konstruktif, menyampaikan perasaan, ide dan kecemasan, saling mendengarkan
4. Pemecahan masalah dan konflik. Ketika kita berhubungan dnegan orang lain, konflik dan masalah sangat mungkin terjadi. Bagaimana pasangan memecahkan masalah dan konflik akan menentukan kelangsungan hubungan
5. Materi. Pemilihan tempat tinggal, pengolahan keuangan sering kali menjadi permasalahan dalam hubungan pasangan yang menikah. Bagi individu yang mulai menjalin hubungan, maka masalah materi pun menjadi faktor penting. Pengeluaran yang awalnya hanya untuk kebutuhan pribadi, sekarang meningkat karena adanya pengeluaran untuk kegiatan bersama pasangan.
6. Keluarga. Ketika menjalin hubungan dengan pasangan, maka tidak dapat dihindari bahwa kita menerima "bonus" berupa paket keluarga. Paket ini terkadang mnguntungkan, namun tidak jarang juga membawa masalah.
7. Dukungan, kepuasan emosi. Dalam menjalin hubungan dengan siapa saja, termasuk dengan pasangan, maka dibutuhkan empati, kepekaan terhadap pasangan dan dukungan emosi.
8. Moral. nilai, dan ideologi. Penting bagi pasangan untuk memiliki nilai dan ideologi yang sama. Hal ini membantu mengurangi konflik yang mungkin terjadi. Pandangan yang sama membawa pasangan kepada pemikiran dan penilaian yang sama.
Bagi pasangan yang sudah menikah, maka hal-hal yang membutuhkan penyesuaian pun semakin banyak, misalnya peran gender (untuk pembagian tugas, perawatan anak, penentu penghasilan), pekerjaan (pemilihan pekerjaan, tempat dan jadwal kerja), kekuasaan dan pengambilan keputusan, penyesuaian seksual, dan lain-lain. Ketika dua pribadi menjadi satu maka dibutuhkan penyesuaian satu sama lain sehingga tidak terjadi konflik. Masing-masing pribadi harus berusaha menyeimbangkan diri dengan pasangan, entah itu menurunkan standar atau justru menaikkan level diri.
Dalam proses penyesuaian ini ada faktor-faktor yang mendukung dan juga menghambat. Beberapa faktor penghambat seperti: tidak dapat menerima perubahan sifat dan kebiasaan dari pasangan, tidak adanya inisiatif, campur tangan keluarga yang terlalu besar, isu SARA, keegoisan untuk mempertahankan pendapat dan pemikiran masing-masing. Semakin buruk lagi jika pasangan memiliki pola komunikasi yang buruk.
Terlepas dari semua hal yang mungkin dapat menghambat penyesuaian, jika hubungan dilandaskan atas dasar kasih, maka setiap hambatan pasti dapat dilalui. Mengetahui apa yang diinginkan pasangan serta keinginan untuk membahagiakan pasangan tentu dapat menjadi penentu keharmonisan hubungan. Bagiku, kepercayaan, keterbukaan, mencari tahu apa bahasa kasih dari orang yang dikasihi dan berusaha memenuhi apa yang diinginkan dengan landasan kasih TUHAN, maka setiap hambatan akan dapat diatasi.
Kembali lagi, hubungan terbentuk dari interaksi antara 2 orang atau lebih. Jika hanya salah satu pihak saja yang berusaha, hubungan akan timpang. So, jika ingin hubungan yang berhasil dan harmonis, maka usahakan bersama, komunikasikan dengan cara yang konstruktif untuk setiap hal dengan terbuka sehingga tidak ada hal yang dapat menghambat dalam hubungan tersebut.
7. Dukungan, kepuasan emosi. Dalam menjalin hubungan dengan siapa saja, termasuk dengan pasangan, maka dibutuhkan empati, kepekaan terhadap pasangan dan dukungan emosi.
8. Moral. nilai, dan ideologi. Penting bagi pasangan untuk memiliki nilai dan ideologi yang sama. Hal ini membantu mengurangi konflik yang mungkin terjadi. Pandangan yang sama membawa pasangan kepada pemikiran dan penilaian yang sama.
Bagi pasangan yang sudah menikah, maka hal-hal yang membutuhkan penyesuaian pun semakin banyak, misalnya peran gender (untuk pembagian tugas, perawatan anak, penentu penghasilan), pekerjaan (pemilihan pekerjaan, tempat dan jadwal kerja), kekuasaan dan pengambilan keputusan, penyesuaian seksual, dan lain-lain. Ketika dua pribadi menjadi satu maka dibutuhkan penyesuaian satu sama lain sehingga tidak terjadi konflik. Masing-masing pribadi harus berusaha menyeimbangkan diri dengan pasangan, entah itu menurunkan standar atau justru menaikkan level diri.
Dalam proses penyesuaian ini ada faktor-faktor yang mendukung dan juga menghambat. Beberapa faktor penghambat seperti: tidak dapat menerima perubahan sifat dan kebiasaan dari pasangan, tidak adanya inisiatif, campur tangan keluarga yang terlalu besar, isu SARA, keegoisan untuk mempertahankan pendapat dan pemikiran masing-masing. Semakin buruk lagi jika pasangan memiliki pola komunikasi yang buruk.
Terlepas dari semua hal yang mungkin dapat menghambat penyesuaian, jika hubungan dilandaskan atas dasar kasih, maka setiap hambatan pasti dapat dilalui. Mengetahui apa yang diinginkan pasangan serta keinginan untuk membahagiakan pasangan tentu dapat menjadi penentu keharmonisan hubungan. Bagiku, kepercayaan, keterbukaan, mencari tahu apa bahasa kasih dari orang yang dikasihi dan berusaha memenuhi apa yang diinginkan dengan landasan kasih TUHAN, maka setiap hambatan akan dapat diatasi.
Kembali lagi, hubungan terbentuk dari interaksi antara 2 orang atau lebih. Jika hanya salah satu pihak saja yang berusaha, hubungan akan timpang. So, jika ingin hubungan yang berhasil dan harmonis, maka usahakan bersama, komunikasikan dengan cara yang konstruktif untuk setiap hal dengan terbuka sehingga tidak ada hal yang dapat menghambat dalam hubungan tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)