Kenapa begini? Kenapa begitu?
Dan kenapa-kenapa yang lainnya.... semua mampir ke kepalaku. Semakin aku perhatikan sesuatu dan aku tak mengerti, maka semakin banyak "kenapa" yang muncul di kepalaku. Dan kalau tak berhasil kudapatkan jawabannya, maka hasilnya sama dengan stres dan ngak bisa tidur karena terus memikirkan kenapa.
Dari semua organ tubuh yang bisa dikontrol otak, maka yang paling susah dikontrol adalah si otak. Dipaksa untuk berhenti berpikir sesaat pun ngak mau..terus berpikir dan berpikir dan akhirnya sakit kepala, pusing dan stress.
Bahkan "kenapa" yang sudah terjawab saja masih bikin masalah yaitu kesal dan kecewa dengan hasil jawabannya.
Salah satunya adalah : "Kenapa orang susah sekali mengakui kesalahannya dan dengan besar hati mengatakan bahwa ia bersalah dan tidak akan mengulanginya atau akan berusaha lebih baik lagi di kemudian hari?" Yang ada justru malah menyalahkan orang lain atau membandingkan diri dengan kesalahan orang lain yang sama. Yang lebih parah adalah dengan mengatakan bahwa kesalahan itu lumrah dan orang lain juga melakukan hal yang sama atau bahkan lebih buruk. OMG...
Mental seperti ini cuma ada di negaraku tercinta yang udah uzur ini atau ada juga di negara maju?
Sabtu, 21 Agustus 2010
Rabu, 21 Juli 2010
Dedicated to my mrs. supervisor
Ini special aku tulis untuk supervisorku, Mrs. Henny E. Wirawan
(ingin menulis gelarnya dengan lengkap tapi aku tahu gelar di blakangnya akan terus bertambah)
Aku tahu saat ini mungkin tak ada yang membacanya tapi ini adalah isi hatiku untuk "ibu-ku". Aku tak ingin sampai lupa karena memoriku tak baik, jadi aku tuliskan supaya aku bisa terus mengingatnya. (mungkin sebenarnya tak akan aku lupakan)
Sebagai DOSEN, ia dosen yang luar biasa. Tak perlu galak atau sok berwibawa, aku menhormatinya dengan sikapnya yang sangat bersahabat dengan mahasiswa. Aku menghargainya karena kecerdasannya. Aku salut padahanya karena ia tidak pernah pelit membagi semua yang ia tahu.
Sebagai DEKAN, ia dekan yang luar biasa. Tak pernah aku melihat dekan seperti dirinya. Ia begitu care dengan semua mahasiswanya. Ia selalu berusaha menolong setiap mahasiswanya. Dengan semua pekerjaannya, aku tahu ia sangat lelah, tapi selalu saja ia usahakan yang terbaik buat mahasiswanya. Meski harus melawan sistem, ia akan berusaha memberikan yang terbaik.
Sebagai SUPERVISOR, ia supervisor yang luar biasa. Ia selalu memberikan yang terbaik buat mahasiwa bimbingannya. Ia selalu berusaha memotivasi mahasiwa bimbingannya supaya terus berjuang dan tidak menyerah dan memberikan yang terbaik. (pengalaman pribadiku yang membuat aku terharu adalah aku diajak untuk ikut pelatihan gratis yang seharusnya bayar walaupun hanya satu sesi. Pelatihan yang sanagt emmberikan pencerahan buatku. Thank u, ibu.)
Sebagai WANITA, ia wanita yang luar biasa. Ia punya kepribadian yang baik, perhatian dan peduli dengan yang lain. Ia cinta Tuhannya. Ia megasihi dengan tulus setiap hal yang ia sayangi dan memberikan yang terbaik yang bisa ia lakukan.
Thank u, Lord untuk ibu Henny yang boleh aku ada di hidupku. Wanita yang bisa jadi teladan dalam hidup.
Thank u, ibu Henny. Love u so much.
(ingin menulis gelarnya dengan lengkap tapi aku tahu gelar di blakangnya akan terus bertambah)
Aku tahu saat ini mungkin tak ada yang membacanya tapi ini adalah isi hatiku untuk "ibu-ku". Aku tak ingin sampai lupa karena memoriku tak baik, jadi aku tuliskan supaya aku bisa terus mengingatnya. (mungkin sebenarnya tak akan aku lupakan)
Sebagai DOSEN, ia dosen yang luar biasa. Tak perlu galak atau sok berwibawa, aku menhormatinya dengan sikapnya yang sangat bersahabat dengan mahasiswa. Aku menghargainya karena kecerdasannya. Aku salut padahanya karena ia tidak pernah pelit membagi semua yang ia tahu.
Sebagai DEKAN, ia dekan yang luar biasa. Tak pernah aku melihat dekan seperti dirinya. Ia begitu care dengan semua mahasiswanya. Ia selalu berusaha menolong setiap mahasiswanya. Dengan semua pekerjaannya, aku tahu ia sangat lelah, tapi selalu saja ia usahakan yang terbaik buat mahasiswanya. Meski harus melawan sistem, ia akan berusaha memberikan yang terbaik.
Sebagai SUPERVISOR, ia supervisor yang luar biasa. Ia selalu memberikan yang terbaik buat mahasiwa bimbingannya. Ia selalu berusaha memotivasi mahasiwa bimbingannya supaya terus berjuang dan tidak menyerah dan memberikan yang terbaik. (pengalaman pribadiku yang membuat aku terharu adalah aku diajak untuk ikut pelatihan gratis yang seharusnya bayar walaupun hanya satu sesi. Pelatihan yang sanagt emmberikan pencerahan buatku. Thank u, ibu.)
Sebagai WANITA, ia wanita yang luar biasa. Ia punya kepribadian yang baik, perhatian dan peduli dengan yang lain. Ia cinta Tuhannya. Ia megasihi dengan tulus setiap hal yang ia sayangi dan memberikan yang terbaik yang bisa ia lakukan.
Thank u, Lord untuk ibu Henny yang boleh aku ada di hidupku. Wanita yang bisa jadi teladan dalam hidup.
Thank u, ibu Henny. Love u so much.
Hasil observasiku terhadap mental bangsaku
Keren kan judul yang dibuat... :p
Aku memang sangat suka memperhatikan sekitarku apalagi ketika aku sedang tidak mengerjakan apapun. Rasanya aneh saja kalau hanya diam tanpa melakukan apa-apa. (Sepertinya aku tahu kalau aku punya kecenderungan hiperaktif). Rasanya tidak betah kalau tidak melakukan apapun. Hasilnya, aku dapat beberapa hal yang mungkin sepele tapi kalau digabungkan semua, maka akan dapata data yang cukup ok.
Bukankan semua hasil penemuan dan penelitian dimulai karena keingintahuan??
So ini dia hasilnya:
PERTAMA: Perjalanan di dalam bus selama +/- 30 menit
1. Orang bisa seenaknya meludah
2. Orang yang muntah di plastik tapi ditinggalkan ketika turun dari bus (Iuh.. jijik banget sebenarnya waktu liatnya)
3. Merokok sembarangan padahal sudah ada larangan dari pemerintah, dan dilakukan tanpa peduli orang sekitarnya, entah itu anak kecil atau nenek-nenek yang duduk di dekatnya dan pelakunya juga mulai dari anak sekolahan sampai kakek-kakek.
4. Pengamen dan pemain atraksi makan silet yang meminta dengan ngancem penumpang (kata-katanya sih minta tolong awalnya tapi diakhiri dengan ancaman ngak langsung, pengen aku tulisin isi kata-katanya tapi ngak enak hati.. aku yakin yang sering naik bus pasti tau apa yang dikatakan)
5. Penumpang yang minta berhenti seenak jidat dan ditanggapi supir dengan menepi dengan drastis tanpa peduli pengguna jalan lain yang ada di belakang atau disampingnya. hajar semua. rem dadakan, gas sekencang mungkin, memaki pengguna jalan lain yang protes, ya begitulah..
KEDUA : 5 jam mati listrik di rumah jadinya bingung ngapa-ngapain berakhir dengan berdiri di depan jendela sambil memperhatikan orang dan kendaraan yang lalu lalang
1. Orang yang makan di warung buang sampah sembarangan padahal di dekatnya ada tempat sampah.
2. Karena rumahku di pojok dan perempatan jalan, jadi sering melihat kemacetan karena semua kendaraan saling bersaing berbelok ke arah yang dituju tanpa peduli kendaraan dari arah lain. Mulai dari sepeda, becak, bajaj, bemo, motor, mobil, truk semuanya datang dan berseliweran tanpa ada yang mau mengalah sampai asap mengepul karena saling meng-gas kendaraan. POLUSI (udara dan suara) tingkat tinggi.
3. Anak-anak sekolah yag berjalan, lari, saling dorong, main, tanpa peduli kendaraan yang lewat. OMG, ngak peduli nyawa ya???
4. Banyak karyawan yang madol dan malah duduk-duduk di warung dan kongkow.. mungkin karena gelap dan alat kerja juga tidak berfungsi, plus panas dan pengap kalau di dalam ruangan terus.. malas juga mungkin...(PLN>>> sebagian ini salahmu... hehehehe)
5. Banyak yang ngomel-ngomel karena listrik padam dan arahnya ya... salahin pemerintah, apalagi setelah tarif listrik listrik naik dan merembet ke hal-hal lain yang semuanya adalah salah pemerintah (Jadilah semua yang buruk dari pemerintah menjadi topik pembicaraan tanpa melihat hal baiknya lagi) Kepala sudah panas jadi bawaannya hanya salahin saja yang buruk-buruk
KETIGA: Menunggu jemputan di halte pinggir jalan +/- 20 menit
1. Sampah yang super banyak kalau dikumpulkan.
2. Asap yang tebal. Rasanya paru-paruku meronta-ronta minta ampun (lebay dikit lah).
3. Mas-mas yang jualan iseng menggoda ("neng.. neng.. mau kemana? cakep-cakep ngak takut panas..")(ngak ada kerjaan ya!!! nang-neng-nang-neng, tapi aku cuekin aja nanti GR kalau ditanggapin)
4. Diliatin orang dari atas mpe bawah padahal pakaianku normal, cuma polo shirt plus jeans dan sandal, ngak ada yang menonjol selain lemak di perut. hahahahaha...)
5. Anak-anak jalanan yang dandanannya seperti monster punk. anak-anak kecil yang aku rasa ngak lebih dari 7 tahun meminta-minta ditengah jalan ketika lampu merah.
Baru sedikit yang kulihat tapi aku rasa semua bisa bikin kesimpulan sendiri dengan persepsi dan kapasitas kalian. Kalau semakin banyak yang dilihat, maka akan semakin sedih.
Kesimpulanku: Mental bangsaku sangat mengenaskan. Entah dimana empati atau at least simpati mereka. Entah dimana kepedulian mereka. Entah siapa yang harus disalahkan atas semua ini. Semua seperti lingkaran setan yang saling terkait dan kusut. Orangtua, pemerintah, lingkungan sekitar, diri sendiri.. semuanya salah.
Pertanyaanku: kapan ini semua akan berubah???.. Aku tahu sulit untuk diakhiri tapi ayo, mari kita yang masih bisa dan mampu untuk peduli dan bergerak.. berat memang untuk menariknya dan mungkin terkadang lelah dan ingin berhenti tapi jangan menyerah. Mulai dari diri sendiri dan hal-hal kecil saja.
Aku memang sangat suka memperhatikan sekitarku apalagi ketika aku sedang tidak mengerjakan apapun. Rasanya aneh saja kalau hanya diam tanpa melakukan apa-apa. (Sepertinya aku tahu kalau aku punya kecenderungan hiperaktif). Rasanya tidak betah kalau tidak melakukan apapun. Hasilnya, aku dapat beberapa hal yang mungkin sepele tapi kalau digabungkan semua, maka akan dapata data yang cukup ok.
Bukankan semua hasil penemuan dan penelitian dimulai karena keingintahuan??
So ini dia hasilnya:
PERTAMA: Perjalanan di dalam bus selama +/- 30 menit
1. Orang bisa seenaknya meludah
2. Orang yang muntah di plastik tapi ditinggalkan ketika turun dari bus (Iuh.. jijik banget sebenarnya waktu liatnya)
3. Merokok sembarangan padahal sudah ada larangan dari pemerintah, dan dilakukan tanpa peduli orang sekitarnya, entah itu anak kecil atau nenek-nenek yang duduk di dekatnya dan pelakunya juga mulai dari anak sekolahan sampai kakek-kakek.
4. Pengamen dan pemain atraksi makan silet yang meminta dengan ngancem penumpang (kata-katanya sih minta tolong awalnya tapi diakhiri dengan ancaman ngak langsung, pengen aku tulisin isi kata-katanya tapi ngak enak hati.. aku yakin yang sering naik bus pasti tau apa yang dikatakan)
5. Penumpang yang minta berhenti seenak jidat dan ditanggapi supir dengan menepi dengan drastis tanpa peduli pengguna jalan lain yang ada di belakang atau disampingnya. hajar semua. rem dadakan, gas sekencang mungkin, memaki pengguna jalan lain yang protes, ya begitulah..
KEDUA : 5 jam mati listrik di rumah jadinya bingung ngapa-ngapain berakhir dengan berdiri di depan jendela sambil memperhatikan orang dan kendaraan yang lalu lalang
1. Orang yang makan di warung buang sampah sembarangan padahal di dekatnya ada tempat sampah.
2. Karena rumahku di pojok dan perempatan jalan, jadi sering melihat kemacetan karena semua kendaraan saling bersaing berbelok ke arah yang dituju tanpa peduli kendaraan dari arah lain. Mulai dari sepeda, becak, bajaj, bemo, motor, mobil, truk semuanya datang dan berseliweran tanpa ada yang mau mengalah sampai asap mengepul karena saling meng-gas kendaraan. POLUSI (udara dan suara) tingkat tinggi.
3. Anak-anak sekolah yag berjalan, lari, saling dorong, main, tanpa peduli kendaraan yang lewat. OMG, ngak peduli nyawa ya???
4. Banyak karyawan yang madol dan malah duduk-duduk di warung dan kongkow.. mungkin karena gelap dan alat kerja juga tidak berfungsi, plus panas dan pengap kalau di dalam ruangan terus.. malas juga mungkin...(PLN>>> sebagian ini salahmu... hehehehe)
5. Banyak yang ngomel-ngomel karena listrik padam dan arahnya ya... salahin pemerintah, apalagi setelah tarif listrik listrik naik dan merembet ke hal-hal lain yang semuanya adalah salah pemerintah (Jadilah semua yang buruk dari pemerintah menjadi topik pembicaraan tanpa melihat hal baiknya lagi) Kepala sudah panas jadi bawaannya hanya salahin saja yang buruk-buruk
KETIGA: Menunggu jemputan di halte pinggir jalan +/- 20 menit
1. Sampah yang super banyak kalau dikumpulkan.
2. Asap yang tebal. Rasanya paru-paruku meronta-ronta minta ampun (lebay dikit lah).
3. Mas-mas yang jualan iseng menggoda ("neng.. neng.. mau kemana? cakep-cakep ngak takut panas..")(ngak ada kerjaan ya!!! nang-neng-nang-neng, tapi aku cuekin aja nanti GR kalau ditanggapin)
4. Diliatin orang dari atas mpe bawah padahal pakaianku normal, cuma polo shirt plus jeans dan sandal, ngak ada yang menonjol selain lemak di perut. hahahahaha...)
5. Anak-anak jalanan yang dandanannya seperti monster punk. anak-anak kecil yang aku rasa ngak lebih dari 7 tahun meminta-minta ditengah jalan ketika lampu merah.
Baru sedikit yang kulihat tapi aku rasa semua bisa bikin kesimpulan sendiri dengan persepsi dan kapasitas kalian. Kalau semakin banyak yang dilihat, maka akan semakin sedih.
Kesimpulanku: Mental bangsaku sangat mengenaskan. Entah dimana empati atau at least simpati mereka. Entah dimana kepedulian mereka. Entah siapa yang harus disalahkan atas semua ini. Semua seperti lingkaran setan yang saling terkait dan kusut. Orangtua, pemerintah, lingkungan sekitar, diri sendiri.. semuanya salah.
Pertanyaanku: kapan ini semua akan berubah???.. Aku tahu sulit untuk diakhiri tapi ayo, mari kita yang masih bisa dan mampu untuk peduli dan bergerak.. berat memang untuk menariknya dan mungkin terkadang lelah dan ingin berhenti tapi jangan menyerah. Mulai dari diri sendiri dan hal-hal kecil saja.
Selasa, 01 Juni 2010
i'm waiting for miracle


Semakin hari gejala insomnia semakin kuat.. aku ngak bisa tidur sebelum jam 3.
Bukan karena aku minum kopi atau aku tidur siang, ngak ada satupun yang aku lakuin tapi aku ngak bisa tidur
Badan sudah lelah tapi pikiranku ngak mau berhenti dan istirahat. I can't rest my mind. Kl saja kerja otak bisa aku kontrol pasti aku akan hibernate sebentar, tapi ngak mungkin kan?
Akhirnya yang bisa kulakukan hanya berdoa, mengalihkan pikiran tentang pekerjaan dan tugas menjadi suatu pengharapan kepada Tuhan
Kemarin malam, aku sampai harus bangun dan menuliskan apa yang aku pikirkan supaya otak ini berhenti memikirkan hal tersebut, padahal badanku sudah sangat lelah dan mataku pun sudah ngak kuat... tapi otak ini terus saja bekerja. So many ideas come up in the late of night, when i'm exhauted..
Dan semua ini bermunculan sejak beberapa bulan mengerjakan tesis.
Tesis sudah bikin aku stres, depresi, frustasi, lelah fisik dan mental...dan pastinya bikin aku eneg sama namanya kuliah dan laporan.
Bukan itu aja, sudah begitu banyak kesusahan dan ketidaknyamanan, masih saja aku harus berharap pada mukjizat. I need miracle. I'm waiting for miracle to happen to my life. Semoga semua pengharapanku tidak mengecewakan.
Tak ingin memaksa, tapi pikiranku terus tertuju ke sana. Hati ini ingin berhenti memaksa dan sepenuhnya pasrah tapi pikiran dan tingkah laku yang aku tampilkan ngak sesuai dengan hatiku.
Saat seperti ini aku semakin rindu untuk berdiam di hadiratMu, merasakan kedamaian dariMu. Tak ingin rasa syukurku berkurang karena hal seperti ini.. terlalu murah dan ngak sebanding rasanya menggantikan rasa syukur dan imanku dengan kekhawatiranku.
Help me through this, my Lord Jesus. Amen
Selasa, 11 Mei 2010
Dengarkan Curhatku


Tahukah kamu bagaimana rasanya dada begitu sesak dan pikiran jadi mampet dan kepala pusing?
Itu yang sering kurasakan akhir-akhir ini...
Rasanya begitu penuh.
Ingin rasanya bercerita dan menumpahkan semua yang ada di hati dan pikiran saat ini tapi kepada siapa? Semua orang sibuk dengan urusannya sendiri, atau some just say, "semua orang punya masalahnya sendiri, kamu jangan merasa kamu satu-satunya orang yang bermasalah. be grown up"
Hey, menjadi dewasa bukan berarti ngak butuh tempat curhat kan..
Maybe ada yang hanya diam dan mendengar
Maybe ada yang akan bersimpati
Maybe ada yang berempati
Tapi ngak sedikit yang ngak peduli dan kata-kata yang di atas pun bisa terlontar, yang maybe mereka ngak tahu kalau kata-kata itu menyakitkan hati bagi yang sedang "menderita".
Ingin menuliskan semua tapi, rasanya takut dan malu jika menuangkannya ke media yang bisa diakses siapa saja. (memang sih lagi ngetrend dan bahkan mungkin bisa jadi komersil) but that's just not right for me.
Satu-satunya media yang tidak akan membuat orang menjudge atau yang bisa menjudge aku adalah my diary..
Diary adalah teman setiaku. Aku ceritakan semunya padanya. Aku tuliskan semua isi hatiku... Aku tumpahkan semua pikiranku..
Aku senang menulis dan mediaku banyak. Aku menulis di laptopku. Aku tulis di blog. Aku tulis di Agenda. Aku tulis di kertas-kertas yang aku temukan. Tapi yang paling sering dan aku rasakan pas adalah diary-ku.
Setelah menulis semua, rasanya aku menjadi sedikit tenang karena kau sudah melakukan katarsis and sometimes i find my way out from things that i faced.. I read my diary dan aku tahu what to do next..
Ketika beban itu sudah terlampiaskan, maka pikiran akan menjadi sedikit lebih jernih dan bisa berpikir dengan lebih baik.
Selasa, 06 April 2010
Kisah Trofi Perkawinan Sahabat Bergilir (I)




Beberapa hari yang lalu ketika H-3 pernikahan sahabatku, salah satu dari kami (persahabatan antara 11 wanita Psikologi 2002: Ree, Miela, Ulee, Wiwil, Nana, Aura, Ika, Tika, Vevin, Dinda, Tata.. tapi sekarang Tata dan Dinda sudah ngak jelas kabarnya jadilah tinggak kami ber-8 yang masih bertahan dan stay di Jakarta dan masih bisa saling berhubungan satu sama lain..) menanyakan apakah kami jadi membuat sebuat piala bergilir yang sudah kami rencanakan sejak kami kuliah dulu.. Dalam hati, aku sangat ingin sekali jika hal itu beneran terjadi. Pasti seru!!!
Aku lalu meng-SMS beberapa di antara kami yang masih tetap contact untuk menanyakan persetujuan mereka. Dari semua yang ku tanya, semua menjawab setuju dengan berbagai alasan yang sangat mengharukan. Aku suka jawaban dari Wiwil yang bilang supaya persabahabatan kami bisa awet sampai kami tua. Ya memang bukan trofi itu yang membuat kami tetap bersahabat, tapi at least sampai trofi itu sudah digilir sampai kami semua menikah pasti memakan waktu yang cukup banyak dan selama itu juga persahabatan kami akan masih terus berjalan... Amin...
Jika sudah sampai pada orang terakhir, maka berakhirlah perjalanan si trofi tapi aku sangat berharap kalau persahabatan itu akan terus lanjut. Kalau memang perlu, trofi juga boleh digilir sampai pada anak-anak kami. hehehehehe.... AMIN...
Kalau di film ada, perjalanan sebuah celana jeans pada 4 orang sahabat, maka kami memiliki trofi yang bentuknya bukan trofi. Sepasang pengantin berbentuk boneka beruang yang akan diberikan kepada salah satu di antara kami yang menikah, dan akan digilir hingga orang terakhir. Aku yakin setiap kami berharap kalau boneka itu akan singgah di rumah kami meskipun harus jadi penerima terakhir, karena kami semua pasti ingin menikah :)
Kemana trofi ini akan singgah??
Pertama : Vevin...pacaran selama 6 tahun dengan Nelson. Bahkan dulu ketika ada diary bergilir, kisah cinta mereka pun pernah ditulis di situ. Pasangan yang setia hingga kesudahan waktunya alias pernikahan. Buat Vevin... Selamat ya. Semoga pernikahanmu berlangsung sampai Mempelai kita datang menjemput. Amin...
Next... akan kemana trofi itu singgah???
Aku berharap semoga trofi itu akan segera singgah di tempatku. Amin..
Sabtu, 27 Maret 2010
I love suprises!!!!

Udah lama banget ngak menulis blog karena banyak waktu tersita buat hal lain.. (harus menulis yang lain .. Tesis, soal buat anak les yang pada ujian, dan ide cerita yang menunggu untuk dituangkan dalam bentuk draft cerita)...dan komputer yang selalu "disita" ma kakak gw yang keranjingan nonton film Korea dari YOUTUBE...
Finally..
Sebenarnya ini udah lama sih dirasakan.. dari bayi kali ya... tapi karena waktu bayi ngak bisa nulis jadi tertunda hingga sekarang baru terekspresikan
I LOVE SURPRIZE!!!
Dari yang sederhana mpe yang heboh.. masalahnya ngak banyak yang ngasih suprise :( hiks..
Jadi begitu ada yang kasih surprise walapun hanya kecil dan sederhana, I LOVE IT
Baru-baru ini kan ultah, dan pas minggu jadi ya jadilah pas hari RCC
Awalnya mau anggap biasa aja karena kan pelayanan, jadi ngak mau heboh atau lebay, jadi ya biasa aja seperti hari-hari minggu lain. Ada harapan tapi tipis karena punya teman pelayanan yang ngak pedulian juga tapi ternyata...
H-1 : anak RCC tiba-tiba tanya apakah aku ultah tanggal 21 di facebook, dan ternyata si anak taunya dari teman sepelayanan yang aku pikir manusia cuek bebek..(terharu mode on)
H : pelayanan seperti biasa, tanpa ada ucapan happy birthday dari siapapun... gersang... sampai ketika sesi I berakhir, lalu datanglah segerombolan anak kelasku yang membawa kue dengan lilin sambil say "Happy birthday, kak." (terharu mode on again)... love it. dari surprise kecil, mengalir terus ucapan selamat ultah dan yang paling aku sukai dari surprise adalah PRESENT alias hadiah. hehehehehe....
Thank U God... aku dikasih teman-teman yang luar biasa yang mau mikirin surprise walaupun dadakan, tapi love it. Tahun lalu juga dikasih surprise ( ke kantor pas ujan hanya untuk merayakan ultahku ) love u, friends!
kejutan sederhana, kalau dilakukan dengan niat dan kasih, pasti akan indah (melow mode on)
wishing a big surprise!! a fun and great one that can make me so moved..:) (ngarep...)
Langganan:
Postingan (Atom)